Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Kranji Bekasi Alami Kenaikan 20 Persen, Pedagang dan UMKM Terdampak
Suara Pecari | Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Kranji Bekasi Alami Kenaikan LPP RRI menjadi sorotan pada awal pekan ini. Berdasarkan pantauan di Pasar Kranji, Kota Bekasi, sejumlah komoditas pangan mengalami lonjakan harga hingga 20 persen. Kenaikan ini terutama terjadi pada beras, tepung, dan bawang putih, sementara beberapa bahan pokok lain justru mengalami penurunan.
Salah seorang pedagang sembako di Pasar Kranji, Safwadi, mengungkapkan bahwa harga beras per karung naik drastis. “Kenaikan harga beras per karung mencapai Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram. Sementara untuk harga per liter, rata-rata naik Rp500 per liter,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (8/6/2026). Kondisi ini tentu memberatkan masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada bahan baku murah.
Selain beras, harga semua jenis tepung juga mengalami kenaikan sekitar Rp3 ribu per kilogram. Bawang putih yang sebelumnya dijual Rp23 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp33 ribu per kilogram. “Kenaikan ini cukup signifikan. Bawang putih naik Rp10 ribu dalam waktu singkat,” tambah Safwadi. Meski demikian, tidak semua komoditas merangkak naik. Harga telur ayam justru turun dari Rp30 ribu menjadi Rp27 ribu per kilogram. Hal ini memberikan sedikit kelegaan bagi konsumen yang selama ini mengeluhkan mahalnya harga pangan.
Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Kranji Bekasi Alami Kenaikan LPP RRI juga memicu keluhan dari kalangan pembeli. Safwadi menuturkan, banyak pelanggan yang mengeluhkan daya beli yang semakin tergerus. “Apalagi pedagang UMKM, mereka sangat keberatan karena biaya produksi ikut naik. Kalau harga bahan pokok naik, otomatis harga jual produk mereka juga harus naik, tapi konsumen belum tentu mampu membayar,” jelasnya. Kondisi ini berpotensi menekan sektor UMKM yang masih dalam masa pemulihan pasca pandemi.
Di sisi lain, Safwadi memastikan stok bahan pokok di Pasar Kranji masih aman dan tidak mengalami kelangkaan. “Barangnya ada, hanya harganya yang berfluktuasi. Ada yang naik, ada yang turun. Yang penting jangan sampai kosong,” katanya. Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga agar pedagang dan pembeli sama-sama diuntungkan. “Kami berharap harga bisa kembali normal. Kalau harga stabil, kami sebagai pedagang juga lebih mudah berjualan,” pungkasnya.
Kenaikan harga kebutuhan pokok ini menjadi perhatian serius, terutama karena bertepatan dengan masa-masa sulit ekonomi. Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Kranji Bekasi Alami Kenaikan LPP RRI menjadi pengingat bahwa inflasi pangan masih menjadi tantangan. Data dari Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa harga beras di tingkat nasional memang cenderung naik dalam beberapa pekan terakhir akibat faktor cuaca dan distribusi. Namun, kenaikan di Pasar Kranji tergolong tinggi dibandingkan pasar lain di Bekasi.
Para pedagang berharap pemerintah daerah segera menggelar operasi pasar untuk menekan harga. “Kami butuh intervensi, misalnya dengan menggelar pasar murah atau memperlancar distribusi dari produsen ke pedagang. Jangan sampai harga terus meroket dan memberatkan masyarakat kecil,” ujar Safwadi. Sementara itu, konsumen seperti Siti, seorang ibu rumah tangga, mengaku harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan dapur. “Beras naik terus, tepung juga. Untung telur turun sedikit. Tapi secara keseluruhan, pengeluaran bulanan saya bertambah,” keluhnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa stabilitas harga pangan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Kranji Bekasi Alami Kenaikan LPP RRI diharapkan segera direspons dengan kebijakan yang tepat agar tidak berlarut-larut. Dengan sinergi antara pedagang, konsumen, dan pemerintah, diharapkan harga dapat kembali ke level yang wajar dalam waktu dekat.
Kesimpulannya, kenaikan harga kebutuhan pokok di Pasar Kranji Bekasi merupakan fenomena yang perlu diwaspadai. Meskipun ada beberapa komoditas yang turun, mayoritas bahan pokok mengalami kenaikan yang memberatkan masyarakat. Diharapkan pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga, seperti menggelar operasi pasar dan memperbaiki rantai distribusi. Dengan demikian, daya beli masyarakat tetap terjaga dan sektor UMKM dapat terus berjalan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












