Harga Cabai Turun Tajam, Bapanas Siapkan Penyerapan Telur dan Daging Ayam untuk Stabilkan Pasar
Suara Pecari | Harga cabai turun tajam, Bapanas siapkan penyerapan telur dan daging ayam sebagai langkah stabilisasi harga pangan nasional. Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memantau fluktuasi harga komoditas strategis dan siap melakukan intervensi jika harga di tingkat produsen jatuh di bawah harga acuan. Langkah ini diambil untuk melindungi peternak dan petani sekaligus menjaga keterjangkauan bagi konsumen.
Dalam beberapa pekan terakhir, harga cabai merah mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data Panel Harga Pangan Nasional Bank Indonesia, harga cabai merah keriting turun hingga 20,52% menjadi Rp55.000 per kilogram, sementara cabai merah besar turun 18,53% menjadi Rp58.900 per kilogram. Penurunan ini dipicu oleh melimpahnya pasokan dari sentra produksi seiring membaiknya kondisi cuaca. “Jadi cabai itu ketersediaannya di lapangan sangat dipengaruhi oleh musim. Kalau musimnya bagus, panennya besar, biasanya harganya stabil malah cenderung turun,” ujar Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto.
Sementara itu, harga telur ayam ras juga menunjukkan tren penurunan yang mengkhawatirkan. Data Bapanas mencatat harga telur ayam ras terus merosot dari Rp27.236 per kilogram pada Maret 2026 menjadi Rp24.424 per kilogram pada awal Juni 2026. Deflasi telur ayam ras mencapai 5,14% pada Mei 2026, memberikan tekanan bagi peternak. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pengendalian harga saat naik, tetapi juga saat turun. “Untuk harga yang di bawah HET, misalnya telur, kita langsung berkoordinasi dengan NFA (Bapanas), sehingga telur yang harganya di bawah HET bisa diserap,” katanya.
Pemerintah telah menugaskan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Bapanas untuk menyerap telur ayam ras di tingkat peternak saat harga jatuh. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dioptimalkan sebagai salah satu instrumen penyerapan. “Sekarang telur turun. Tugas kami harus mengangkat agar harga telur ayam di tingkat produsen bisa naik, tapi tetap harus kita jaga di hilirnya. Jangan sampai melebihi harga acuan,” ujar Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa.
Harga cabai turun tajam, Bapanas siapkan penyerapan telur dan daging ayam juga menyasar komoditas daging ayam ras yang harganya terkoreksi 8,95% menjadi Rp35.600 per kilogram. Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan harga di tingkat peternak sehingga mereka tetap termotivasi berproduksi. “Yang di tengah harus kita atur. Tatkala telur terlalu rendah di hulu, sesuaikan, wajarkan harga. Negara ini swasembada. Petani harus nyaman, peternak harus nyaman berproduksi,” tegas Ketut.
Selain itu, pemerintah terus melakukan pemantauan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) di ratusan kabupaten/kota. “Kita ingin harga tetap stabil. Tidak ada yang naik, tapi juga tidak ada yang turun. Masyarakat dapat menjangkau semua harga tersebut,” kata Mendag Budi Santoso.
Dengan sinergi antara Bapanas, BGN, dan pemerintah daerah, diharapkan harga pangan pokok dapat kembali seimbang. Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir karena pasokan pangan dalam kondisi aman dan pemerintah siap melakukan intervensi jika diperlukan. Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional, terutama saat harga cabai turun tajam, Bapanas siapkan penyerapan telur dan daging ayam secara terpadu.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












