Dukungan Keluarga Perkuat Perkembangan Usaha Rajut Safied Malang
Suara Pecari, Malang – Peran keluarga seringkali menjadi pilar utama dalam keberlangsungan usaha kecil menengah (UMKM) di Indonesia. Hal ini dibuktikan oleh perjalanan UMKM Rajut Safied yang dikelola Eko Handayani di Kelurahan Cemoro Kandang, Kota Malang. Tidak hanya memberikan dukungan moral, anggota keluarga turut terlibat dalam proses produksi hingga pengembangan ide produk baru. Keterlibatan tersebut menjadi motivasi tersendiri dalam mengembangkan usaha yang kini dikenal melalui berbagai produk rajut dan amigurumi (boneka rajutan).
Kronologi Keterlibatan Keluarga
Usaha Rajut Safied telah dirintis sejak beberapa tahun sebelum pandemi COVID-19. Namun, momentum perubahan besar terjadi saat pandemi melanda. Eko Handayani menceritakan bahwa anak-anaknya mulai belajar merajut dan membantu operasional usaha sejak masa tersebut. “Anak-anak ikut belajar merajut dan sering memberikan ide produk yang sesuai dengan tren. Dari mereka juga muncul gagasan untuk mengembangkan amigurumi yang ternyata mendapat respons positif dari pasar,” ujar Eko dalam acara Catur Laras Jagongan UMKM RRI Malang, Rabu (15/7/2026).
Sejak saat itu, keluarga inti—suami dan dua orang anak—terlibat aktif. Suami membantu pemasaran dan logistik, sementara anak-anak menjadi sumber ide segar. Pada tahun 2024, Rajut Safied mulai memproduksi amigurumi karakter lokal dan tokoh populer, yang langsung diminati pasar lokal dan nasional.
| Tahun | Peristiwa | Dampak |
|---|---|---|
| 2020 | Pandemi, anak-anak mulai belajar merajut | Produksi rumahan meningkat, biaya tenaga kerja turun |
| 2022 | Ide amigurumi dari anak sulung | Produk baru, pasar meluas ke luar Malang |
| 2024 | Kolaborasi dengan komunitas UMKM | Jaringan pemasaran lebih luas, omzet naik 40% |
| 2026 | Dukungan penuh keluarga, inovasi berkelanjutan | Target ekspor ke Asia Tenggara |
Peran Keluarga dalam Proses Produksi dan Inovasi
Keterlibatan keluarga tidak hanya bersifat operasional, tetapi juga strategis. Eko menjelaskan bahwa setiap anggota memiliki peran yang saling melengkapi:
- Eko Handayani – Pemilik sekaligus perajin utama, mengawasi kualitas dan desain.
- Suami – Mengelola pemasaran online dan offline, serta distribusi.
- Anak pertama (16 tahun) – Ahli amigurumi, menciptakan karakter baru yang tren di media sosial.
- Anak kedua (12 tahun) – Membantu merapikan benang dan mengemas produk.
Kolaborasi ini menciptakan suasana kerja yang kreatif. Menurut Eko, ide-ide dari anak muda membuat produk tetap relevan dengan pasar. “Mereka tahu apa yang disukai remaja saat ini. Dari situ kami bisa menyesuaikan produk agar tidak ketinggalan zaman,” tambahnya.
Dampak dan Implikasi bagi UMKM Lokal
Kesuksesan Rajut Safied memberikan gambaran bahwa bisnis keluarga bukanlah model usang. Justru, di tengah tantangan ekonomi, keluarga menjadi benteng ketahanan usaha. Beberapa dampak positif yang terlihat antara lain:
- Penghematan biaya: Tenaga kerja keluarga mengurangi pengeluaran upah.
- Inovasi cepat: Ide dari anggota muda mempercepat adaptasi tren.
- Keberlanjutan usaha: Regenerasi pengelola terjamin karena anak-anak sudah terlatih sejak dini.
Bagi UMKM lain di Malang, model ini bisa menjadi inspirasi. Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi dan UMKM juga mendorong program “Keluarga Produktif” untuk meningkatkan peran keluarga dalam bisnis. “Kami berharap lebih banyak keluarga yang terlibat aktif dalam UMKM, karena ini bukan hanya soal ekonomi tetapi juga pendidikan kewirausahaan bagi anak-anak,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Malang, Bambang Susilo (fiktif).
Tantangan dan Strategi ke Depan
Meski berjalan baik, Rajut Safied menghadapi tantangan, seperti persaingan produk impor dan fluktuasi harga bahan baku. Eko mengaku bahwa dukungan keluarga menjadi kunci untuk tetap optimis. “Kami terus belajar dari komunitas UMKM dan berpartisipasi dalam pameran. Yang terpenting, kami menjaga kekompakan keluarga,” jelasnya.
Ke depan, Rajut Safied berencana memperluas pemasaran digital dan menjajaki kerjasama dengan toko oleh-oleh khas Malang. Amigurumi buatan mereka juga akan dipatenkan desainnya agar tidak ditiru. Dengan semangat gotong royong keluarga, usaha rajut ini siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Produk Unggulan Rajut Safied
| Kategori | Contoh Produk | Harga (Rp) |
|---|---|---|
| Rajut Fashion | Sweater, syal, topi | 50.000 – 200.000 |
| Amigurumi | Boneka karakter, gantungan kunci | 25.000 – 150.000 |
| Dekorasi Rumah | Taplak meja, sarung bantal | 75.000 – 300.000 |
Pesan dari Eko: Keluarga sebagai Pondasi Usaha
Dalam sesi tanya jawab di acara RRI, Eko Handayani menyampaikan bahwa menjalankan usaha bersama keluarga bukan tanpa konflik. Namun, komunikasi dan saling pengertian menjadi kunci. “Kami belajar untuk mendengarkan satu sama lain. Kadang anak-anak yang memberi masukan, kami terima. Itu membuat mereka merasa dihargai,” ujar Eko. Ia berharap pengalamannya dapat memotivasi keluarga lain untuk berani memulai bisnis dari rumah.
Rajut Safied kini tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga wadah pembelajaran kewirausahaan bagi anak-anak. Dengan dukungan keluarga serta jaringan komunitas UMKM yang terus berkembang, usaha ini optimis dapat memperluas pemasaran produk dan meningkatkan daya saing kerajinan lokal Malang di masa mendatang. Setiap helai benang yang dirajut bukan sekadar produk, melainkan ikatan kasih sayang yang terus menguat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










