Percepat Transformasi Industri, Kemenperin Jajaki Kerja Sama dengan Xiamen
Suara Pecari | Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperluas jejaring kerja sama internasional guna mempercepat transformasi industri nasional. Langkah terbaru dilakukan melalui penjajakan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Xiamen, Tiongkok, dalam forum BRICS PartNIR 2026. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa BRICS PartNIR menjadi platform penting untuk memperkuat transformasi industri, terutama dalam mendorong adopsi teknologi mutakhir bagi industri nasional.
Latar Belakang BRICS PartNIR dan Peran Strategis Xiamen
BRICS PartNIR (Partnership on New Industrial Revolution) merupakan inisiatif negara-negara BRICS untuk mempercepat revolusi industri baru melalui kerja sama teknologi, inovasi, dan investasi. Indonesia, yang telah menjadi anggota BRICS sejak 2024, aktif memanfaatkan forum ini untuk memperkuat posisi industri nasional. Xiamen, sebagai salah satu Zona Ekonomi Khusus (SEZ) pertama di Tiongkok, memiliki ekosistem industri maju yang relevan dengan agenda Making Indonesia 4.0. Kota ini dikenal unggul di sektor semikonduktor, komponen elektronik, peralatan listrik pintar, logistik pelabuhan, dan pemeliharaan aviasi.
Dalam pertemuan bilateral di Xiamen pekan lalu, delegasi Indonesia yang dipimpin Direktur Jenderal KPAII Kemenperin Tri Supondy membahas optimalisasi potensi kerja sama. Pemerintah Kota Xiamen telah mengajukan proposal kerja sama di sektor otomotif, pusat data, layanan kesehatan, pariwisata digital, perikanan, dan konstruksi prefabrikasi modern. Sektor-sektor ini dinilai sejalan dengan prioritas pengembangan industri Indonesia.
Potensi Investasi dan Transfer Teknologi
Tri Supondy menekankan bahwa Xiamen memiliki ekosistem industri yang sangat maju dan relevan dengan arah pengembangan industri Indonesia. Kemitraan ini diharapkan mampu mendorong masuknya investasi, transfer teknologi, serta kolaborasi strategis. Indonesia membuka peluang kerja sama yang luas bagi pelaku usaha Xiamen, terutama di sektor-sektor yang telah diidentifikasi.
Saat ini, Indonesia memiliki 175 kawasan industri dengan luas total lebih dari 98 ribu hektare yang siap menampung investor. Pemerintah menyediakan berbagai insentif fiskal dan nonfiskal untuk menjaga iklim usaha yang kondusif. Berikut adalah data kawasan industri Indonesia:
| Parameter | Jumlah |
|---|---|
| Jumlah Kawasan Industri | 175 |
| Luas Total | >98.000 hektare |
| Insentif Fiskal | Tax holiday, super tax deduction, bea masuk ditanggung pemerintah |
| Insentif Nonfiskal | Kemudahan perizinan, penyediaan infrastruktur, klaster industri |
Hubungan ekonomi Indonesia-Tiongkok terus menunjukkan perkembangan positif. Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Indonesia dengan nilai perdagangan USD154,5 miliar pada 2025. Selain itu, Tiongkok juga termasuk investor terbesar di Indonesia, terutama di sektor hilirisasi, manufaktur, dan infrastruktur industri.
Dampak dan Implikasi bagi Industri Nasional
Kerja sama dengan Xiamen diharapkan memberikan dampak signifikan bagi transformasi industri Indonesia. Beberapa implikasi potensial meliputi:
- Adopsi Teknologi Maju: Transfer teknologi semikonduktor, elektronik, dan peralatan pintar dapat mempercepat digitalisasi industri nasional.
- Peningkatan Investasi: Masuknya investasi dari Xiamen akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kapasitas produksi.
- Pengembangan SDM: Kolaborasi mencakup pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia di sektor prioritas.
- Penguatan Rantai Pasok: Integrasi dengan ekosistem industri Xiamen dapat memperkuat rantai pasok Indonesia di tingkat global.
Bagi masyarakat, dampak positif dapat dirasakan melalui peningkatan kualitas produk industri, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah juga diuntungkan dengan peningkatan pendapatan negara dari sektor industri dan investasi.
Kronologi dan Langkah Selanjutnya
Berikut kronologi inisiatif kerja sama ini:
- 12 Juni 2026: Menteri Agus Gumiwang mengumumkan penjajakan kerja sama dengan Xiamen dalam BRICS PartNIR.
- Pekan lalu (Juni 2026): Pertemuan bilateral delegasi Indonesia dengan Pemerintah Kota Xiamen membahas proposal kerja sama sektor unggulan.
- Ke depan: Kedua pihak akan menyusun nota kesepahaman (MoU) dan rencana aksi bersama untuk implementasi kerja sama.
Langkah selanjutnya termasuk finalisasi proposal kerja sama, identifikasi proyek konkret, dan penyusunan skema investasi yang saling menguntungkan.
Penjajakan kerja sama antara Kemenperin dan Xiamen ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi industri Indonesia. Dengan memanfaatkan keunggulan Xiamen sebagai pusat industri dan teknologi, Indonesia berpeluang melompat ke era industri 4.0. Dukungan penuh dari pemerintah, ketersediaan kawasan industri, dan insentif yang kompetitif menjadi modal kuat untuk mewujudkan kerja sama ini. Keberhasilan kolaborasi ini tidak hanya akan memperkuat posisi Indonesia di kancah global, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas melalui pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












