Mahasiswa KKN Untag 1945 Banyuwangi Edukasi Warga Budidaya Ulat Jerman untuk Dorong Ekonomi

Mahasiswa KKN Untag 1945 Banyuwangi Edukasi Warga Budidaya Ulat Jerman untuk Dorong Ekonomi

**Suara Pecari, Banyuwangi** – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 14 Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi menggelar program KALI GUNA (Kaligung Berdaya Guna) di Desa Kaligung, Kecamatan Blimbingsari. Program ini fokus pada pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, salah satunya melalui pelatihan budidaya ulat Jerman. Pelatihan tersebut diikuti oleh ratusan warga yang antusias mempelajari teknik budidaya ulat Jerman, mulai dari persiapan media, pemeliharaan, hingga strategi pemasaran. Ulat Jerman dipilih karena prospek ekonomi yang menjanjikan, mudah dibudidayakan, dan permintaan pasar yang tinggi sebagai pakan alternatif.

Mengapa Ulat Jerman?

Ulat Jerman, atau larva kumbang Zophobas morio, memiliki kandungan lemak dan protein tinggi. Biaya perawatan dan pakannya tergolong murah. Menurut pemateri Riza Aristu, ulat ini bermanfaat sebagai pakan burung, ikan, reptil, dan ayam. Siklus hidupnya mulai dari telur hingga larva kecil sekitar 7-15 hari dengan pakan dedak dan batang pisang. Setelah tiga bulan, ulat siap panen dengan ukuran 5-7 cm.

Perbandingan dengan Maggot dan Ulat Hongkong

Pemateri menjelaskan bahwa ulat Jerman lebih unggul dibanding maggot yang berbau menyengat dan rentan gangguan semut. Ulat Hongkong dan ulat kandang memiliki ukuran lebih kecil sehingga perawatannya lebih rumit. Kotoran ulat Jerman dapat dijadikan pupuk alami.

Peluang Usaha dan Pemasaran

Untuk mengatasi keterbatasan pasar, peserta didorong melakukan uji coba langsung, penjualan online, dan pemasaran melalui komunitas. Tempat budidaya tidak memerlukan perawatan harian; pembersihan kandang cukup dilakukan saat panen setiap tiga bulan sekali. Ketua Kelompok KKN 14 menyatakan program ini dirancang sebagai bekal keterampilan yang dapat langsung diaplikasikan.

Manfaat Ekonomi dan Harapan

Melalui program KALI GUNA, mahasiswa berharap masyarakat Desa Kaligung mampu mengembangkan usaha produktif dan berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan ekonomi, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Kelompok KKN juga membentuk grup komunikasi untuk memantau perkembangan budidaya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *