Prabowo Soroti Anjloknya Harga Sawit, Tak Ingin Petani Jadi Korban Permainan Harga – Pemerintah Siapkan Tindakan Tegas
Suara Pecari | Prabowo Soroti Anjloknya Harga Sawit, Tak Ingin Petani jadi Korban Permainan Harga [titlebase] dalam pertemuan penting di Istana Merdeka pada 18 Juni 2026, menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi kesejahteraan petani kelapa sawit Indonesia. Presiden menyoroti penurunan tajam harga Tandan Buah Segar (TBS) yang tidak sejalan dengan kenaikan harga minyak sawit dunia, serta menuntut agar seluruh pelaku industri menyesuaikan harga secara adil.
Penurunan harga minyak dunia baru-baru ini, yang dipicu oleh kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, menurunkan harga minyak mentah di bawah 80 dolar per barrel. Meskipun demikian, harga minyak sawit mentah (CPO) global tetap menunjukkan tren naik, didorong oleh permintaan yang kuat dari pasar Asia. Kondisi ini menimbulkan paradoks di pasar domestik, di mana harga TBS turun sementara CPO naik, menimbulkan beban berat bagi petani yang bergantung pada pendapatan dari hasil panen.
Dalam konteks tersebut, Prabowo Soroti Anjloknya Harga Sawit, Tak Ingin Petani jadi Korban Permainan Harga [titlebase] dan menekankan perlunya intervensi kebijakan yang cepat. Ia menginstruksikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mengawasi penyesuaian harga dan memastikan tidak ada perusahaan yang memanfaatkan celah pasar untuk menurunkan pembelian TBS secara tidak wajar.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melaporkan bahwa sejak penurunan harga TBS terjadi beberapa hari lalu, sebagian besar perusahaan telah menyesuaikan harga kembali ke level normal. Namun, masih terdapat sekitar 5‑10 persen perusahaan, atau diperkirakan 170‑180 dari total 274 perusahaan yang disurvei, yang belum menaikkan harga pembelian TBS. Pemerintah telah mengirimkan surat peringatan resmi kepada perusahaan‑perusahaan tersebut dan menyiapkan langkah lanjutan, termasuk koordinasi dengan Kapolri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus.
Prabowo Soroti Anjloknya Harga Sawit, Tak Ingin Petani jadi Korban Permainan Harga [titlebase] juga menekankan pentingnya stabilitas sektor pangan nasional. Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula upaya hilirisasi sektor pertanian, peningkatan irigasi, serta penyediaan bibit tahan kekeringan menjelang musim kemarau yang diperkirakan akan melanda wilayah Jawa dan Sumatera pada bulan Juli‑September.
Data terbaru dari Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen perusahaan sawit telah menaikkan harga TBS, dengan peningkatan rata‑rata mencapai 80‑85 persen dari harga terendah yang tercatat pada awal bulan Juni. Namun, masih ada sekitar 130 perusahaan yang belum menyesuaikan harga, meski sebelumnya jumlahnya mencapai lebih dari 270 perusahaan. Pemerintah terus memantau pergerakan harga secara real‑time melalui Satgas Harga Sawit, memastikan tidak terjadi penurunan kembali yang dapat merugikan petani.
Langkah‑langkah konkret yang diambil meliputi: (1) penyuluhan langsung ke daerah‑daerah produksi utama di Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat; (2) penyediaan fasilitas pembiayaan melalui bank Himbara untuk membantu petani meningkatkan produktivitas; (3) penegakan hukum terhadap praktik monopoli atau penetapan harga yang tidak wajar; serta (4) koordinasi lintas kementerian untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar, yang turut memengaruhi harga komoditas.
Dengan tekanan internasional yang menurunkan harga minyak mentah, namun permintaan global untuk CPO tetap kuat, pemerintah menegaskan bahwa stabilitas harga sawit adalah prioritas utama. Prabowo Soroti Anjloknya Harga Sawit, Tak Ingin Petani jadi Korban Permainan Harga [titlebase] menutup pertemuan dengan harapan bahwa kebijakan yang diambil akan menghasilkan pasar yang adil, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












