Mangkunegara X Ungkap Dampak Ekonomi Upacara Malam 1 Sura US$4,5 Juta: Budaya Jadi Pendorong Ekonomi Nasional

Mangkunegara X Ungkap Dampak Ekonomi Upacara Malam 1 Sura US$4,5 Juta: Budaya Jadi Pendorong Ekonomi Nasional

Suara Pecari | Mangkunegara X ungkap dampak ekonomi upacara malam 1 Sura US$4,5 juta [titlebase]. Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPA) Mangkunegara X menegaskan bahwa upacara Malam 1 Sura di Solo mampu menggerakkan dampak ekonomi hingga 4,5 juta dolar AS dalam tiga hari. Hal ini menunjukkan bahwa budaya bukan sekadar tradisi, tetapi infrastruktur sosial dan ekonomi yang produktif.

Pernyataan tersebut disampaikan Mangkunegara X dalam sesi diskusi bertajuk “Catching Asia’s Beat” di World Economic Forum Annual Meeting of the New Champions (WEF AMNC) 2026 di Dalian, China. Ia menekankan bahwa budaya menciptakan kepercayaan, memperkuat identitas, dan membangun kohesi sosial yang berdampak signifikan pada ketahanan ekonomi. “Budaya bukan infrastruktur fisik, melainkan infrastruktur sosial yang mendorong ketahanan ekonomi,” katanya.

Menurut Mangkunegara X, ekonomi kreatif Indonesia telah menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja pada 2025, sekitar 18,7 persen dari total angkatan kerja nasional. Sektor pariwisata diproyeksikan menyumbang lebih dari Rp1.800 triliun per tahun dalam satu dekade ke depan. Angka ini menegaskan bahwa budaya memiliki potensi besar sebagai sumber nilai ekonomi dan kepercayaan diri bangsa.

Pura Mangkunegaran di Solo menjadi contoh nyata konversi budaya menjadi keunggulan ekonomi. Dalam satu tahun, pura tersebut menerima lebih dari 120.000 kunjungan. Mangkunegara X juga mencontohkan Mongolia, di mana warisan nomadik berusia ribuan tahun dapat dipadukan dengan pembangunan modern. Kedua negara ini mengilustrasikan bagaimana identitas budaya dapat dikembangkan menjadi aset ekonomi berkelanjutan.

Di tengah percepatan teknologi AI, Mangkunegara X menyoroti bahwa keaslian budaya sulit ditiru, menjadikannya aset penting untuk menarik talenta dan memperkuat identitas ekonomi masa depan. Ia menekankan bahwa Asia sedang mengalami pergeseran kompetitif dari skala dan efisiensi menuju nilai, identitas, dan kekhasan. “Bangsa dengan peradaban panjang bisa memanfaatkan budaya sebagai landasan kepercayaan diri kolektif,” ujarnya.

Mangkunegara X ungkap dampak ekonomi upacara malam 1 Sura US$4,5 juta [titlebase], sebuah studi konkret yang menantang paradigma lama. Budaya, kata dia, bukan beban anggaran, tetapi investasi jangka panjang yang mampu menggerakkan perekonomian. Dengan 13 elemen Warisan Budaya Takbenda yang diakui UNESCO, Indonesia semakin menunjukkan bahwa tradisi adalah kekayaan intelektual dan identitas ekonomi yang tak ternilai.

Kesimpulan: Pernyataan Mangkunegara X menggambarkan peran strategis budaya dalam perekonomian. Dengan mengubah modal budaya menjadi nilai ekonomi berkelanjutan, Indonesia dan Asia secara umum bisa memperkokoh posisi global melalui identitas uniknya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan