IHSG Diproyeksi Lanjutkan Penguatan, Berpeluang Sentuh Level 6.545
Suara Pecari – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan pekan ini dengan peluang menyentuh level 6.545. Hal ini didukung oleh tren kenaikan teknikal serta sejumlah sentimen positif dari dalam dan luar negeri.
Prediksi Pergerakan IHSG
Pada penutupan perdagangan Jumat, IHSG menguat sebesar 49,762 poin atau 0,80 persen ke posisi 6.236,126. Analis dari MNC Sekuritas menyatakan bahwa secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren naik. Indeks berhasil menembus level rata-rata pergerakan harian (MA20) dan mencapai target penguatan yang sebelumnya diperkirakan.
MNC Sekuritas mengungkapkan bahwa IHSG saat ini berada pada awal wave v dari wave (c) sehingga masih berpeluang menguat ke kisaran 6.352 hingga 6.545. Namun, investor diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek ke area 6.108-6.187. Level support utama berada di 6.029 dan 5.839, sementara resistance diperkirakan pada kisaran 6.266-6.377.
Rekomendasi Saham
MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham yang layak dicermati, yaitu BRMS, ENRG, MBMA, dan PSAB. Phintraco Sekuritas juga memprediksi IHSG akan menguji level 6.300-6.380 pekan ini dan merekomendasikan saham ASII, AMMN, PGAS, NCKL, dan INTP sebagai pilihan utama.
Sentimen Pendukung Penguatan IHSG
Penguatan IHSG mendapat dukungan dari sentimen global, khususnya kenaikan indeks utama di Wall Street yang dipicu oleh penguatan saham Amazon, meskipun imbal hasil obligasi pemerintah AS terus meningkat. Yield tenor 30 tahun naik ke level tertinggi sejak 2007, yaitu 5,25 persen, dan tenor 10 tahun mencapai 4,7 persen, level tertinggi sejak Januari 2025.
Selain itu, harga minyak Brent juga menguat 1,2 persen mendekati USD 88 per barel. Sepanjang Juli 2026, harga minyak ini naik hampir 24 persen, mencatatkan kenaikan bulanan terbesar sejak Maret. Lonjakan harga minyak dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran pasokan global.
Perkembangan Global dan Domestik
Pelaku pasar akan memantau perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta dampaknya terhadap harga minyak dan inflasi global. Selain itu, laporan keuangan perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan seperti SpaceX dan AMD akan menjadi perhatian, bersamaan dengan data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan dirilis.
Dari sisi domestik, IHSG berhasil menutup Juli 2026 dengan kinerja positif setelah mengalami enam bulan berturut-turut return negatif. Agenda ekonomi domestik yang menjadi fokus investor pekan ini meliputi rilis Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur, inflasi, neraca perdagangan, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026, cadangan devisa, dan indeks harga properti.
Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sejak 1 Agustus 2026 juga diperkirakan menjadi sentimen positif tambahan bagi pasar saham Indonesia.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, IHSG berpeluang melanjutkan tren penguatan dalam jangka pendek hingga menengah dengan target level hingga 6.545, didukung oleh faktor teknikal dan sentimen positif dari perkembangan global serta data ekonomi domestik. Investor tetap disarankan untuk waspada terhadap potensi koreksi dan mempertimbangkan rekomendasi saham yang layak dicermati.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Artikel ini tidak merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










