Mu39ti Dorong Lulusan SMK Punya Sertifikat Kursus Kesempatan Kerja Lebih Luas
Suara Pecari, Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu39ti, mendorong lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar memiliki dua sertifikat sebagai bekal memasuki dunia kerja. Dua sertifikat tersebut adalah ijazah dari lembaga pendidikan formal dan sertifikat pelatihan yang diterbitkan oleh lembaga kursus dan pelatihan.
Manfaat Sertifikat Kursus bagi Lulusan SMK
Menurut Abdul Mu39ti, kepemilikan sertifikat kursus dapat memperluas peluang kerja bagi lulusan SMK di berbagai bidang. Pendidikan nonformal berupa kursus dan pelatihan menjadi pelengkap pendidikan formal yang memberikan keterampilan praktis yang belum tentu didapatkan di sekolah karena keterbatasan waktu dan pilihan bidang pendidikan.
“Lulusan SMK bisa punya dua sertifikat, satu dari sekolah dan satu lagi dari pelatihan kursus. Hal ini memberikan kesempatan lebih luas untuk bekerja,” ujar Mu39ti dalam acara Peluncuran Pemutakhiran Dapodik Lembaga Kursus di LKP Puspita Martha International Beauty School, Jakarta Pusat.
Integrasi Pendidikan Formal dan Nonformal
Mu39ti menegaskan pentingnya integrasi antara jalur pendidikan formal dengan nonformal. Siswa SMK maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) dapat mengikuti kursus sambil menjalani pendidikan formal untuk memperoleh keterampilan yang relevan dengan dunia kerja maupun kewirausahaan.
“Siswa SMA juga bisa ikut kursus sambil sekolah agar memiliki life skill yang tidak hanya akademik, tapi juga keterampilan praktis untuk bekerja atau menjadi entrepreneur,” tambahnya.
Komitmen Pemerintah dalam Pendidikan Nonformal
Pemerintah berkomitmen membuka dan memfasilitasi pendidikan melalui jalur formal, informal, dan nonformal. Salah satunya adalah dengan memberikan bantuan bagi lembaga pendidikan nonformal, termasuk kursus, sebagai modal pengembangan lembaga.
Selain itu, peserta program kesetaraan atau Kejar Paket memperoleh Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), sejalan dengan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sekolah formal.
Program Pelatihan dan Penempatan Kerja
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa sebanyak 2.883 alumni Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dari 20 lembaga kursus dan pelatihan telah dilepas untuk bekerja ke luar negeri. Penempatan dilakukan di berbagai negara seperti Bulgaria, Jepang, Turki, Malaysia, Taiwan, Romania, Thailand, Kroasia, dan Maladewa.
Tatang menekankan pentingnya pendataan lulusan agar program pelatihan tepat sasaran dan dapat ditindaklanjuti secara efektif. “Data bukan sekadar angka, tapi menentukan keputusan dan intervensi agar kesempatan kerja tepat diberikan,” ujarnya.
Kesempatan Lebih Luas bagi Lulusan SMK
Dengan memiliki sertifikat kursus selain ijazah formal, lulusan SMK memiliki nilai tambah yang signifikan dalam memasuki dunia kerja. Keterampilan praktis yang diperoleh dari pelatihan nonformal membantu mereka bersaing di pasar kerja dan membuka peluang menjadi wirausahawan.
Pendekatan ini diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan pembelajaran di sekolah serta menyesuaikan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










