136 Siswa MTsN 1 Kota Pariaman Keracunan MBG, Tiga Siswa Tetap Bugar

136 Siswa MTsN 1 Kota Pariaman Keracunan MBG, Tiga Siswa Tetap Bugar

Suara Pecari, Pariaman – Sebanyak 136 siswa MTsN 1 Kota Pariaman mengalami keracunan diduga akibat menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) berupa ayam goreng saus lada hitam pada Senin, 14 September 2026. Insiden ini menyebabkan sejumlah siswa harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat.

Keracunan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB setelah para siswa menyantap makanan MBG saat jam istirahat pagi. Gejala yang dialami berupa mual, muntah, pusing, dan gatal-gatal. Awalnya, siswa yang mengalami gejala dirawat di Unit Kesehatan Sekolah (UKS), namun karena kondisi yang memburuk dan jumlah yang semakin banyak, mereka kemudian dirujuk ke RSUD M. Yamin dan RS Sadikin Pariaman.

Fakta Utama Kasus Keracunan MBG di MTsN 1 Pariaman

  • Jumlah siswa terdampak: 136 dari 400 siswa yang mengonsumsi MBG.
  • Menu MBG yang diduga menjadi penyebab: ayam goreng saus lada hitam.
  • Waktu kejadian: Senin, 14 September 2026 sekitar pukul 11.00 WIB.
  • Lokasi: MTsN 1 Kota Pariaman, Desa Pauh Barat, Pariaman Tengah.
  • Penyedia MBG: Dapur SPPG, Yayasan Duta Cahaya Bangsa, yang telah memasok makanan selama enam bulan untuk 800 siswa.

Penanganan dan Respons Pemerintah Daerah

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, dan Wakil Wali Kota Mulyadi langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi siswa yang terdampak. Pemerintah Kota Pariaman juga mengambil langkah cepat dengan meminta Dinas Kesehatan untuk memanggil koordinator dan pihak penyedia MBG guna melakukan pemeriksaan dan investigasi terhadap dapur penyedia makanan tersebut.

Menurut Yota Balad, sebagian besar siswa yang terdampak sudah mulai membaik, dengan sekitar 50 siswa telah diperbolehkan pulang setelah perawatan. Saat ini, sekitar 20 siswa masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Konteks dan Dampak Kasus Keracunan MBG

Kasus keracunan makanan dari program MBG ini bukan pertama kali terjadi di Sumatera Barat. Sebelumnya, insiden serupa pernah terjadi di beberapa daerah seperti Kabupaten Agam, Padangpanjang, dan Dharmasraya. Namun, dari hasil penelusuran yang dilakukan Pemkot Pariaman, hanya siswa MTsN 1 Kota Pariaman yang mengalami gejala keracunan, sementara lima sekolah lain yang menerima MBG dari penyedia yang sama tidak melaporkan kasus serupa.

Insiden ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan pihak terkait dalam memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disediakan dalam program MBG, agar tidak membahayakan kesehatan para siswa yang menjadi penerima manfaat.

MTsN 1 Pariaman sendiri telah menerima program MBG selama enam bulan terakhir dengan total 800 siswa sebagai penerima, yang makanan bergizinya disediakan oleh dapur SPPG dari Yayasan Duta Cahaya Bangsa.

Kasus ini juga menjadi peringatan penting bagi pengelola program makanan sekolah agar melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas dan kebersihan makanan yang disajikan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *