Evakuasi dan Penanganan Korban Insiden Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
Suara Pecari, Banjarmasin – Proses evakuasi dan penanganan korban insiden terbaliknya Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa terus berlangsung. Dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes, sebanyak 114 orang telah ditemukan, dengan rincian 108 orang selamat dan 6 orang meninggal dunia. Sebanyak 129 orang lainnya masih dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
Evakuasi Korban Selamat ke Banjarmasin
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, dan Polri mengevakuasi 22 korban selamat tambahan dari KMP Virgo Transport 8 ke Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kepala Kantor SAR Banjarmasin, Putu Sudayana, menyampaikan bahwa evakuasi sempat tertunda akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, sehingga keselamatan menjadi prioritas utama.
Mayoritas korban selamat yang dievakuasi berada dalam kondisi stabil, meski beberapa harus menggunakan tandu karena kondisi lemas. Tim medis langsung memberikan perawatan dan pemeriksaan kesehatan kepada seluruh korban yang tiba.
Daftar Identitas 22 Korban Selamat
- Kurdi (33), Pamekasan
- Budi Aulia (35), Madura
- Patrisius Ari Joman (34), Medan
- Henianus (38), Mberu
- Satria Bagus Saputra (37), NTT
- Fauzan Murjin Hadin (21), Lamongan
- Diva Saputra (19), Garut
- Wili Agustiana (19), Purbalingga
- Agus Munir (24), Garut
- Sehabudin (51), Jawa Barat
- M. Visal Dwi (51), Garut
- Febi Ariska Hidayah (27), Sidoarjo
- Dede Farandika (19), Sumenep
- Muniavi Koki (29), Banyuwangi
- Haryono (53), Mojokerto
- Paiman (58), Semarang
- Edi Setyono (41), Sidoarjo
- Irwan Mujiono (36), Sidoarjo
- Fauzi Andriansyah (40), Sumsel
- Boni Fasius Raju (28), Kediri
- Anton (45), Malang
- Abdul Kholid (27), Flores
Proses Identifikasi Korban Meninggal
Sampai saat ini, enam korban meninggal dunia telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, dua jenazah sudah teridentifikasi secara fisik sebagai warga Jawa Timur, yakni Reyner Fausta Yuslianto (22) asal Ngantang, Kabupaten Malang dan Nurul Rian Hidayat (33) dari Kabupaten Pamekasan. Empat korban lainnya masih dalam proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.
Direktur Operasi Basarnas Budi Prabowo memastikan seluruh korban selamat maupun meninggal telah dibawa ke Banjarmasin untuk penanganan lebih lanjut, termasuk identifikasi dan penanganan medis.
Kesaksian Korban Selamat
Salah satu korban selamat, Raihan (19), berbagi pengalaman bertahan hidup selama 10 jam di laut setelah kapal terbalik. Sebagai anak buah kapal yang bertugas sebagai cleaning service, Raihan bertahan dengan berpegangan pada tabung gas sambil menunggu pertolongan kapal lain.
“Saya sempat pasrah dan berdoa, meski mengira ini akhir hidup saya, namun akhirnya saya diselamatkan oleh kapal MV Haida bersama lima rekannya,” ujar Raihan. Dari 45 awak kapal, baru 12 orang yang berhasil ditemukan.
Penyaluran Santunan kepada Korban dan Keluarga
PT Jasa Raharja telah menyerahkan santunan sebesar Rp 50 juta kepada keluarga korban meninggal dunia sebagai bentuk perlindungan dasar negara. Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan A. Purwantono, memastikan proses penyaluran santunan dilakukan secara cepat dan tepat.
Selain itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 7 juta bagi korban selamat asal Jawa Barat untuk membantu biaya pemulihan dan kepulangan mereka.
Upaya Pencarian Korban yang Masih Hilang
Basarnas bersama tim SAR gabungan terus mengupayakan pencarian terhadap 129 penumpang yang belum ditemukan di area perairan Laut Jawa. Operasi pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan tim penyelamat.
Penanganan medis, identifikasi jenazah, dan santunan bagi korban serta keluarga terus menjadi fokus utama dalam proses penanganan pasca kecelakaan ini.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










