Keluarga Relawan Global Sumud Flotilla Menghadapi Kendala Komunikasi Pasca Penahanan di Israel

Keluarga Relawan Global Sumud Flotilla Menghadapi Kendala Komunikasi Pasca Penahanan di Israel

Suara Pecari | Relawan Global Sumud Flotilla yang ditahan di Israel dijadwalkan akan kembali ke Indonesia pada Minggu, 24 Mei 2026. Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) ini akan mendarat di Tanah Air pada pukul 15.30 WIB setelah dipindahkan ke Istanbul, Turki.

Keluarga salah satu relawan, Denisa Tristianty, mengungkapkan bahwa komunikasi dengan suaminya, Bambang Noroyono, sangat terbatas. Hal ini disebabkan oleh hanya adanya satu ponsel yang dapat digunakan oleh para relawan untuk berhubungan dengan keluarga mereka.

Denisa menjelaskan, ponsel yang sebelumnya mereka miliki dibuang ke laut demi alasan keamanan. “Komunikasi kemarin ya lumayan ya, nggak lama-lama juga karena kan hanya ada satu handphone untuk komunikasi UNI di sana,” ujarnya. Meskipun singkat, Denisa menegaskan bahwa kabar yang diterima menunjukkan bahwa suaminya dan rekan-rekannya dalam keadaan baik.

Relawan Global Sumud Flotilla sebelumnya telah tiba di Istanbul pada 21 Mei 2026 setelah dikeluarkan dari penahanan di Israel. Proses pemulangan mereka dilakukan dengan bantuan tiga pesawat dari pemerintah Turki.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono direncanakan menyambut kedatangan sembilan WNI tersebut di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. “Kedatangan rombongan akan disambut langsung oleh Bapak Menlu Sugiono,” ujar Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang.

Menlu Sugiono juga menegaskan bahwa pemerintah Indonesia mengecam tindakan penyiksaan yang dialami para relawan selama penahanan. Ia menilai perlakuan tersebut mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

“Segala bentuk tindakan yang tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla oleh militer Israel merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan,” tegasnya. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan hingga seluruh proses pemulangan selesai.

Dengan situasi yang semakin membaik, keluarga relawan berharap dapat segera bertemu dengan anggota mereka yang telah menjalani pengalaman sulit ini. Kabar baik mengenai kondisi para relawan memberikan sedikit ketenangan bagi keluarga yang menunggu di Tanah Air.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan