TNI Kerahkan Batalion Tempur untuk Perangi Kejahatan Begal di Jakarta
Suara Pecari | Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Kodam Jaya mengerahkan batalion tempur untuk mendukung upaya pemberantasan kejahatan begal di Jakarta dan sekitarnya. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari patroli gabungan dengan kepolisian dalam memburu pelaku kejahatan jalanan tersebut.
Kepala Penerangan Kodam Jaya, Letkol Arh. Noor Iskak, menyatakan bahwa keterlibatan TNI dalam patroli bersama sudah dimulai dari tingkat kewilayahan. Satuan-satuan yang terlibat, selain dari Koramil dan Kodim, juga mencakup batalion tempur yang dikerahkan untuk memperkuat keamanan di wilayah Jakarta.
Iskak menekankan bahwa kehadiran TNI di lapangan merupakan bentuk dukungan terhadap pengamanan wilayah, dan diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa penegakan hukum tetap berada di tangan kepolisian, sedangkan TNI berperan dalam mendukung keamanan secara umum.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengungkapkan bahwa dalam tiga pekan terakhir, pihaknya berhasil menangkap 173 pelaku kejahatan jalanan. Beberapa pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan terukur di bagian kaki karena melawan atau berusaha melarikan diri saat ditangkap.
“Tindakan tegas dan terukur kami lakukan berdasarkan pertimbangan keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan,” jelas Iman. Selain penindakan, Polda Metro Jaya juga memperkuat langkah pencegahan dengan mengoperasikan 150 pos pantau di seluruh wilayah hukumnya.
Tim Pemburu Begal yang dibentuk oleh Polda Metro Jaya bertugas melakukan patroli 24 jam di lokasi-lokasi rawan kejahatan. Tim ini dilengkapi dengan senjata untuk memastikan pelaksanaan tugas di lapangan berjalan efektif. Iman menambahkan bahwa Tim Pemburu Begal akan fokus pada area-area yang sering menjadi sasaran aksi kriminal, termasuk wilayah penyangga Jakarta seperti Depok, Bekasi, dan Tangerang.
Selain patroli, kepolisian juga menggandeng pegiat media sosial untuk membantu memantau dan menindaklanjuti laporan kejahatan yang beredar. Dengan cara ini, respons terhadap tindakan kriminal diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
Pemberantasan kejahatan begal menjadi prioritas utama bagi aparat keamanan di Jakarta, dengan harapan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.









