Polri Dorong Kolaborasi Masyarakat Perangi Narkoba dan Keamanan Lingkungan
Suara Pecari, Singaraja – Keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Diperlukan kolaborasi aktif antara Polri dan seluruh elemen masyarakat. Hal ini kembali ditegaskan oleh Babinkamtibmas Desa Bungkulan, Polsek Sawan, Polres Buleleng, I Putu Harisandy Mahayuda, saat menggelar pertemuan dengan warga setempat. Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat untuk memberikan masukan terkait pelayanan kepolisian, mulai dari penegakan hukum hingga upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba yang masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Buleleng.
Narkoba sebagai Extraordinary Crime
Harisandy menegaskan bahwa peredaran narkoba merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang harus diperangi secara bersama-sama. Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN), pada tahun 2025 saja, jumlah pengguna narkoba di Indonesia diperkirakan mencapai 3,6 juta jiwa, dan angka tersebut terus meningkat. Di Buleleng, kasus penyalahgunaan narkoba juga menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Untuk itu, Polri membutuhkan dukungan masyarakat melalui informasi dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Untuk pemberantasan narkoba kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu informasi dari masyarakat sehingga upaya pencegahan maupun penindakan bisa berjalan maksimal,” ujar Harisandy.
Ia menjelaskan, peran Babinkamtibmas lebih banyak diarahkan pada langkah-langkah preventif melalui edukasi, sosialisasi, deteksi dini, serta membangun komunikasi dengan keluarga dan masyarakat agar penyalahgunaan narkoba dapat dicegah sejak awal. Sementara itu, apabila terdapat dugaan tindak pidana, proses penegakan hukum akan dilakukan oleh satuan yang berwenang sesuai ketentuan.
Langkah Preventif Babinkamtibmas
Berikut adalah beberapa langkah preventif yang dilakukan Babinkamtibmas dalam upaya pencegahan narkoba:
| Langkah | Deskripsi |
|---|---|
| Edukasi dan Sosialisasi | Memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba di sekolah, komunitas, dan acara desa. |
| Deteksi Dini | Mengidentifikasi tanda-tanda awal penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar. |
| Komunikasi dengan Keluarga | Membangun dialog dengan orang tua dan anggota keluarga untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. |
| Kemitraan dengan Tokoh Masyarakat | Melibatkan tokoh agama, tokoh adat, dan pemuda dalam program pencegahan. |
Membangun Kepercayaan Masyarakat terhadap Polri
Selain isu narkoba, Harisandy juga menyoroti pentingnya membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Menurutnya, pelayanan yang tulus, profesional, dan berintegritas menjadi kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan publik. Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan kritik maupun melaporkan oknum anggota Polri yang melakukan pelanggaran melalui mekanisme pengawasan internal yang telah tersedia.
“Kalau memang ada oknum yang melanggar, silakan dilaporkan. Jangan karena satu orang kemudian menilai seluruh anggota Polri sama. Masih banyak polisi yang bekerja dengan jujur dan penuh pengabdian,” ujarnya.
Polri sendiri telah memiliki beberapa mekanisme pengawasan internal, antara lain:
- Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) yang menangani pelanggaran disiplin dan kode etik.
- Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) untuk audit dan pengawasan kinerja.
- Saluran pengaduan masyarakat seperti hotline 110 dan aplikasi Polri Super App.
Keamanan Lingkungan: Tanggung Jawab Bersama
Dalam kesempatan tersebut, Harisandy juga mengingatkan bahwa menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian. Setiap warga dapat memulai dari hal-hal sederhana, seperti meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan dan tidak memberikan kesempatan bagi pelaku kejahatan. Ia berharap kemitraan antara masyarakat dan Polri terus diperkuat sehingga berbagai persoalan di lingkungan dapat diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah, dan kerja sama.
“Kalau kita tidak bisa membantu banyak orang, paling tidak jangan menyakiti orang lain. Keamanan dan ketertiban adalah kebutuhan mendasar yang harus diwujudkan bersama,” ucapnya.
Pentingnya keamanan lingkungan juga tercermin dalam data statistik kriminalitas di Buleleng. Berdasarkan laporan Polres Buleleng, pada semester pertama 2026, terjadi penurunan angka kriminalitas sebesar 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara masyarakat dan kepolisian mulai membuahkan hasil.
Dampak dan Implikasi
Upaya kolaborasi ini memiliki dampak luas, tidak hanya dalam pemberantasan narkoba, tetapi juga dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Masyarakat yang aktif berpartisipasi akan merasa memiliki tanggung jawab terhadap keamanan lingkungannya. Selain itu, kepercayaan publik terhadap Polri meningkat, yang pada gilirannya memudahkan aparat dalam menjalankan tugas. Implikasi lainnya adalah potensi penurunan angka kriminalitas dan penyalahgunaan narkoba secara signifikan jika kolaborasi ini terus dijalankan secara konsisten.
Penutup yang Kuat
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, Polri tidak bisa berjalan sendiri. Seruan Babinkamtibmas Desa Bungkulan ini menjadi pengingat bahwa keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan semangat gotong royong, setiap warga dapat menjadi mata dan telinga bagi aparat, melaporkan hal-hal mencurigakan, dan menjaga lingkungan masing-masing. Mari kita buktikan bahwa Indonesia mampu melawan narkoba dan menciptakan keamanan yang berkelanjutan, dimulai dari langkah kecil di lingkungan sekitar.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










