Krisis Obat Palestina: Dana Ditahan Israel Ancam Ribuan Pasien, Kanker hingga Cuci Darah Terdampak

Suara Pecari | Palestina Krisis Obat akibat Dana Ditahan Israel Ancam Ribuan Pasien LPP RRI – Kementerian Kesehatan Palestina mengeluarkan peringatan darurat terkait krisis obat-obatan yang mengancam jiwa ribuan pasien. Krisis ini dipicu oleh penahanan pendapatan kliring oleh Israel yang telah berlangsung lebih dari setahun. Menurut pernyataan resmi Kementerian yang dirilis Kamis, 4 Juni 2026, lebih dari 4.000 pasien kanker termasuk dalam kelompok yang paling terancam, sementara ratusan jenis obat dan perlengkapan medis telah habis sama sekali.

Dana yang ditahan Israel dikenal sebagai maqasa, yaitu pendapatan pajak atas barang impor yang masuk ke wilayah Palestina. Dana tersebut seharusnya dikumpulkan oleh Israel atas nama Otoritas Palestina. Sejak 2019, Israel mulai memotong sebagian dana tersebut, dan dalam lebih dari satu tahun terakhir tidak ada transfer dana sama sekali. Total dana yang ditahan kini diperkirakan melampaui 5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp90,4 triliun. Kondisi ini membuat Palestina Krisis Obat akibat Dana Ditahan Israel Ancam Ribuan Pasien LPP RRI semakin parah.

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa lebih dari 726 jenis obat dan bahan medis habis pakai telah kosong dari gudang pusat. Persediaan obat-obatan esensial, terapi kanker, dan stok darurat juga mengalami defisit yang kritis. Sebanyak 180 dari 520 jenis obat rutin telah habis, sementara 50 dari 97 kategori obat kanker juga tidak tersedia. Selain itu, 79 bahan laboratorium dan 265 perlengkapan medis khusus dilaporkan tidak ada, yang secara langsung mengganggu layanan diagnosis, pengobatan, dan prosedur pembedahan.

Dampak krisis ini tidak hanya dirasakan oleh pasien kanker. Ribuan pasien yang menjalani cuci darah, menderita penyakit kronis, dan membutuhkan perawatan medis khusus juga terancam. Rumah sakit pemerintah terpaksa menunda lebih dari 11.000 operasi akibat keterbatasan perlengkapan medis dan penurunan kapasitas operasional. Palestina Krisis Obat akibat Dana Ditahan Israel Ancam Ribuan Pasien LPP RRI telah menjadi bencana kemanusiaan yang nyata.

Pendapatan kliring menyumbang sekitar 68 persen dari total pemasukan pemerintah Palestina. Dengan terhambatnya dana tersebut, pemerintah tidak mampu membayar perusahaan farmasi dan pemasok, sehingga proses pengadaan obat-obatan menjadi sangat lambat. Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa penahanan dana selama sekitar 15 bulan merupakan penyebab utama krisis ini.

Menghadapi situasi darurat ini, Kementerian Kesehatan Palestina menyerukan kepada komunitas internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan organisasi kemanusiaan untuk segera memberikan bantuan. Mereka mengajukan permohonan bantuan obat-obatan penyelamat nyawa dan perlengkapan medis senilai 50 juta dolar AS atau sekitar Rp904,7 miliar. Tanpa intervensi cepat, ribuan nyawa pasien Palestina akan terus terancam.

Krisis ini menjadi pengingat pahit bahwa akses terhadap layanan kesehatan dasar masih menjadi hak yang sulit diperoleh bagi rakyat Palestina. Palestina Krisis Obat akibat Dana Ditahan Israel Ancam Ribuan Pasien LPP RRI harus segera mendapat perhatian dunia agar tidak menimbulkan lebih banyak korban jiwa. Bantuan medis darurat dan tekanan diplomatik kepada Israel untuk mencairkan dana yang ditahan menjadi langkah krusial yang harus segera dilakukan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan