Rusia Klaim Ukraina Meluncurkan 620 Drone Serang Moskow, Tiga Orang Terluka

Rusia Klaim Ukraina Meluncurkan 620 Drone Serang Moskow, Tiga Orang Terluka

Suara Pecari, Moskow – Ukraina melancarkan serangan menggunakan lebih dari 620 drone ke wilayah Moskow pada malam hari Senin (17/8/2026), menurut pejabat Rusia. Serangan ini menyebabkan tiga orang terluka, termasuk seorang anak perempuan berusia 10 tahun, serta kerusakan pada beberapa bangunan, termasuk gudang milik perusahaan e-commerce Wildberries.

Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, menyatakan bahwa sistem pertahanan udara Rusia berhasil menembak jatuh sekitar 180 drone selama serangan berlangsung hingga pukul 05.00 pagi Selasa (18/8/2026). Setelah itu, 17 drone lainnya juga ditembak jatuh saat masih menuju ibu kota.

Fakta Utama Serangan Drone

  • Jumlah drone yang diluncurkan Ukraina mencapai lebih dari 620 unit.
  • Sistem pertahanan Rusia menembak jatuh sekitar 197 drone, termasuk 180 selama serangan utama dan 17 setelahnya.
  • Tiga orang terluka, salah satunya anak perempuan berusia 10 tahun.
  • Area yang terdampak meliputi distrik Pavlovsky Posad, di mana sebuah rumah terbakar habis.
  • Gudang logistik Wildberries di sebelah timur Moskow mengalami kerusakan ringan akibat puing-puing yang menghantam bangunan.

Konteks dan Dampak Serangan

Serangan drone ini merupakan yang terbesar yang menghantam Moskow dalam dua tahun terakhir, menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang telah berlangsung sejak 2022. Ukraina dalam beberapa pekan terakhir juga menargetkan beberapa gudang Wildberries, perusahaan e-commerce terbesar di Rusia, dengan alasan bahwa perusahaan tersebut diduga memasok komponen untuk drone militer Rusia.

Kedutaan Besar Rusia di Inggris memberikan peringatan keras terkait pasokan drone dari dua perusahaan Inggris yang dilaporkan digunakan dalam serangan tersebut. Peringatan ini menegaskan bahwa Inggris dapat menghadapi konsekuensi atas dukungannya terhadap Ukraina, meskipun pemerintah Inggris menegaskan komitmennya untuk menyediakan peralatan pertahanan guna membantu Ukraina mempertahankan diri dari invasi Rusia.

Situasi di Wilayah Lain

Di sisi lain, serangan balasan Rusia terhadap wilayah Kharkiv di Ukraina menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai 17 lainnya. PBB mencatat bahwa jumlah korban sipil di Ukraina pada Juli 2026 mencapai angka tertinggi sejak Mei 2022, dengan 437 warga sipil tewas.

Selain di Moskow, serangan udara Ukraina juga berdampak di wilayah selatan Rusia, khususnya di Rostov, di mana tiga orang tewas dan satu lainnya dirawat di rumah sakit akibat serangan yang menghancurkan sejumlah drone dan rudal musuh.

Kesimpulan

Serangan drone yang diluncurkan Ukraina ke Moskow menunjukkan eskalasi konflik yang signifikan dengan dampak korban jiwa dan kerusakan properti. Respons keras dari pihak Rusia dan peringatan kepada pendukung Ukraina seperti Inggris menambah dimensi geopolitik dalam situasi ini. Konflik yang terus berlangsung ini berdampak besar pada keamanan dan stabilitas regional, serta menimbulkan kekhawatiran atas meningkatnya korban sipil di kedua belah pihak.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *