Dokumen Pentagon Ungkap Stok Rudal THAAD AS Baru Tersedia Lagi pada April 2027
Suara Pecari – Persediaan rudal pencegat Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) Amerika Serikat (AS) telah habis digunakan selama konflik militer dengan Iran. Menurut dokumen resmi Pentagon, rudal THAAD baru akan tersedia kembali pada musim semi tahun 2027.
AS menghabiskan hampir 80 persen stok rudal THAAD yang dimiliki sebelum perang saat menjalankan operasi militer melawan Iran. Pengiriman paket baru berisi 39 rudal yang awalnya dijadwalkan pada Februari 2025, kini diundur menjadi April 2027.
Fakta Utama Persediaan Rudal THAAD
- Kontrak produksi paket pengiriman Lot 13 rudal THAAD dilakukan pada Maret 2022 dengan Lockheed Martin sebagai kontraktor utama.
- Produksi satu rudal pencegat memakan waktu lebih dari lima tahun, sementara keseluruhan siklus pengadaan memakan waktu sekitar 6,5 tahun.
- Pengiriman terakhir rudal THAAD untuk militer AS dilakukan pada Juli 2023 sebagai bagian dari Lot 12.
- Setelah pengiriman Lot 12, kapasitas produksi dialokasikan untuk pesanan ekspor, menyebabkan penundaan pengiriman berikutnya.
- Mulai tahun fiskal 2027, program THAAD akan dialihkan dari Badan Pertahanan Rudal (MDA) ke Angkatan Darat AS.
- Pentagon berencana membeli tambahan 830 rudal pencegat senilai 10,5 miliar dolar AS dan meningkatkan kapasitas produksi.
- Kapasitas produksi saat ini maksimal delapan rudal per bulan atau 96 rudal per tahun.
Konteks dan Dampak
Kekurangan persediaan rudal THAAD terjadi di tengah tekanan konflik berkepanjangan dengan Iran yang juga menguras stok berbagai persenjataan presisi tinggi AS, seperti rudal ATACMS, Precision Strike Missile (PrSM), dan rudal jelajah Tomahawk. Hal ini menunjukkan tantangan klasik peperangan modern, di mana persenjataan berteknologi tinggi mahal dan memerlukan waktu lama untuk diproduksi kembali.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, AS juga mempercepat pengembangan dan penerapan drone serang multidomain melalui Task Force Falcon Strike. Sistem drone ini beroperasi dari udara, permukaan laut, hingga bawah laut, menawarkan alternatif yang lebih murah dan dapat dikerahkan dalam jumlah besar untuk berbagai misi militer.
Pengembangan kapasitas produksi rudal dan inovasi penggunaan drone mencerminkan strategi AS dalam menjaga kesiapan militer dan mengelola sumber daya selama konflik berkepanjangan.
Peningkatan investasi pada rudal pencegat THAAD dan pengalihan program ke Angkatan Darat menunjukkan komitmen jangka panjang AS dalam memperkuat sistem pertahanan rudal nasional dan memenuhi kebutuhan operasional di masa depan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










