Ketua Parlemen Iran Ejek Trump dengan Unggahan ‘Make America Hungry Again’

Ketua Parlemen Iran Ejek Trump dengan Unggahan 'Make America Hungry Again'

Suara Pecari – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memberikan sindiran tajam kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan mengunggah sebuah gambar bertuliskan ‘Make America Hungry Again’ pada Senin, 24 Agustus 2026.

Unggahan tersebut merupakan tanggapan langsung terhadap postingan Trump yang memuat laporan Newsmax di platform Truth Social yang secara tidak akurat mengutip pernyataan dari ketua parlemen Iran mengenai kelaparan dan kesulitan hidup di negaranya. Dalam gambar yang diunggah Ghalibaf, terdapat statistik terkait kelaparan dan kerawanan pangan di Amerika Serikat, sebagai bentuk kritik terhadap kondisi dalam negeri AS.

Sindiran Terhadap Slogan Trump

Slogan ‘Make America Hungry Again’ yang diunggah Ghalibaf merupakan plesetan dari slogan kampanye Trump, yaitu ‘Make America Great Again’. Tanpa menyebut nama Trump secara langsung, Ghalibaf menulis, “Anda tidak bisa menutupi kekalahan Anda dengan klaim yang tidak berdasar.” Hal ini menunjukkan kritik keras terhadap pernyataan dan kebijakan Trump.

Konteks Ketegangan antara AS dan Iran

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran semakin meningkat sejak serangan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Balasan dari Teheran terhadap Israel dan aset militer AS di wilayah tersebut memicu konflik yang akhirnya mencapai kesepakatan gencatan senjata pada April 2026.

Pada 19 Agustus 2026, Trump mengumumkan rencananya meluncurkan apa yang disebutnya sebagai “operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun”. Operasi ini dimaksudkan sebagai kampanye tekanan maksimal terhadap Iran melalui perang ekonomi dan isolasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Trump juga memperingatkan bahwa negara-negara yang membantu ekonomi Teheran akan menghadapi konsekuensi berat.

Reaksi dan Dampak

Unggahan Ghalibaf menyoroti isu kelaparan di Amerika Serikat sebagai respons atas kebijakan agresif Trump terhadap Iran. Sindiran ini menimbulkan perdebatan terkait kondisi sosial dan ekonomi di AS, sekaligus mempertegas ketegangan diplomatik yang masih berlangsung antara kedua negara.

Situasi ini menunjukkan bagaimana retorika politik dan kebijakan luar negeri berdampak pada hubungan internasional serta persepsi publik di kedua negara.

Ketegangan ini tetap menjadi perhatian penting dalam konteks geopolitik global yang mempengaruhi stabilitas dan keamanan kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *