Iran dan Oman Dorong Pembukaan Sementara Selat Hormuz
Suara Pecari – Iran dan Oman tengah mengupayakan pembukaan sementara Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang sebagian besar ditutup sejak Maret 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk memulihkan pelayaran aman melalui koridor maritim bersama dan proyek pembersihan ranjau di kawasan tersebut.
Upaya Kerja Sama Iran dan Oman
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dan Menlu Oman, Badr Albusaidi, membahas kerangka kerja sementara untuk menghidupkan kembali navigasi pelayaran di Selat Hormuz. Diskusi ini merupakan bagian dari negosiasi panjang antara kedua negara yang berbatasan langsung dengan jalur perairan tersebut.
Rilis dari Kantor Berita Oman menyatakan bahwa inisiatif tersebut berfokus pada pembentukan koridor maritim bersama sementara dan proyek pembersihan ranjau untuk menjamin keselamatan pelayaran. Pembicaraan teknis akan dilanjutkan untuk menyepakati koridor maritim permanen, tata kelola, serta mekanisme pertukaran informasi, manajemen lalu lintas kapal, dan layanan keamanan maritim.
Konteks Penutupan dan Dampak Selat Hormuz
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Penutupan jalur ini terjadi setelah Iran memblokir pelayaran sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel pada Februari 2026 yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Penutupan ini menimbulkan ketegangan dan mengancam stabilitas pasokan energi global. Iran menegaskan fokusnya pada pembicaraan dengan Oman serta memisahkan dialog ini dari negosiasi dengan Amerika Serikat yang saat ini stagnan.
Peran dan Sikap Negara Lain
Pengumuman dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebutkan bahwa Angkatan Laut AS telah membersihkan ranjau di Selat Hormuz sebagai langkah membuka kembali arus pelayaran. Namun, klaim ini belum didukung bukti yang dapat diverifikasi dan mendapat skeptisisme dari pejabat Eropa mengingat kompleksitas proses pembersihan ranjau.
Pernyataan bersama Iran dan Oman juga menekankan pentingnya melibatkan negara-negara kawasan yang berbatasan dengan Teluk Persia dalam pembicaraan. Upaya ini bertujuan mendukung perdamaian, kerja sama, stabilitas, dan kebebasan navigasi di wilayah tersebut.
Perkembangan Negosiasi dan Harapan Ke Depan
Kedua negara berencana menggelar pembicaraan lanjutan dalam 30 hingga 60 hari ke depan untuk menegosiasikan rute permanen bagi pelayaran Selat Hormuz. Kesepakatan sementara ini juga dapat menjadi langkah awal menghidupkan kembali dialog antara Iran dan Amerika Serikat, menyusul perjanjian damai berdurasi 60 hari yang berakhir pada Agustus 2026.
Upaya pembukaan Selat Hormuz menjadi krusial bagi stabilitas ekonomi dan keamanan maritim di kawasan Teluk Persia serta pasokan energi global. Kolaborasi regional yang inklusif diharapkan dapat menciptakan tata kelola yang efektif dan jangka panjang bagi jalur perairan yang vital ini.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










