Bangladesh Pilih Jet Tempur J-10CE daripada Rafale dan Eurofighter Typhoon

Bangladesh Pilih Jet Tempur J-10CE daripada Rafale dan Eurofighter Typhoon

Suara Pecari – Pemerintah Bangladesh memutuskan untuk membeli jet tempur multiperan Chengdu J-10CE dari China sebagai bagian dari upaya modernisasi angkatan udaranya. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kinerja J-10 selama konflik India-Pakistan yang baru-baru ini terjadi.

Penasihat Informasi Perdana Menteri Bangladesh, Zahed Ur Rahman, menyatakan bahwa draf perjanjian pengadaan pesawat J-10CE dan helikopter serang telah disiapkan dan diajukan ke Divisi Angkatan Bersenjata serta kementerian terkait untuk persetujuan. Bangladesh juga berencana mengakuisisi helikopter VIP dan sistem drone sebagai bagian dari peningkatan kemampuan militer udara.

Kinerja J-10 dalam Konflik India-Pakistan

Keputusan Bangladesh dipengaruhi oleh laporan kinerja pesawat J-10 yang dioperasikan oleh Pakistan selama konflik pada Mei 2025. Pesawat tersebut diklaim berhasil menembak jatuh jet tempur Rafale milik India, menunjukkan kemampuan tempur J-10 dalam situasi nyata. Hal ini menjadi pertimbangan strategis penting bagi Bangladesh dalam memilih pesawat tempur generasi keempat yang andal.

Alasan Pemilihan J-10CE

Selain performa tempur, faktor biaya juga menjadi pertimbangan utama. Jet tempur J-10CE menawarkan harga yang lebih terjangkau dibandingkan Rafale dari Prancis dan Eurofighter Typhoon. Versi ekspor dari J-10C ini dirancang untuk misi multiperan, baik udara-ke-udara maupun udara-ke-darat, yang sesuai dengan kebutuhan angkatan udara Bangladesh.

Upaya Modernisasi Angkatan Udara Bangladesh

Pengadaan J-10CE merupakan bagian dari rencana Bangladesh untuk memperkuat kemampuan militernya melalui pembelian pesawat generasi keempat, helikopter serang, helikopter VIP, dan sistem pesawat tanpa awak. Rencana ini diharapkan dapat terlaksana dalam tahun fiskal berjalan atau tahun berikutnya, tergantung ketersediaan pendanaan.

Dengan langkah ini, Bangladesh berusaha meningkatkan kapasitas pertahanan udara secara signifikan dan menyesuaikan diri dengan dinamika keamanan regional yang terus berkembang.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *