Rusia dan Ukraina Saling Hantam Serangan Udara, Belasan Warga Luka
Suara Pecari – Rusia dan Ukraina kembali terlibat serangan udara besar-besaran yang terjadi pada Kamis dini hari, 27 Agustus 2026. Pertempuran ini melibatkan ratusan drone dan rudal yang menghantam berbagai wilayah strategis di kedua negara, menyebabkan luka-luka pada belasan warga sipil serta kerusakan fasilitas vital.
Serangan udara Rusia menargetkan ibu kota Kyiv dan beberapa kota penting lainnya seperti Odesa, Poltava, Kryvyi Rih, serta Zaporizhzhia. Pemerintah Ukraina melaporkan setidaknya 11 warga terluka akibat serangan tersebut, dengan dampak kerusakan pada fasilitas industri, energi, pelabuhan, serta layanan pendidikan dan kesehatan. Di Kryvyi Rih, tiga orang terluka akibat serangan yang merusak fasilitas industri, sementara tiga orang lainnya terluka di Zaporizhzhia dan tiga di Odesa. Di sekitar Kyiv, dua warga juga mengalami luka-luka akibat reruntuhan drone dan rudal.
Gubernur Dnipropetrovsk Oleksandr Hanzha menyampaikan melalui akun resmi bahwa serangan tersebut menyebabkan kebakaran di beberapa gudang di wilayah Boryspil dan Fastiv. Di Odesa, gedung kediaman bertingkat serta lembaga pendidikan turut mengalami kerusakan akibat serangan yang berlangsung hampir sepanjang malam hingga pagi hari. Bahkan, serangan ini melewati batas wilayah negara ketika lima drone terdeteksi memasuki ruang udara Moldova.
Balasan Serangan dan Klaim Pertahanan Rusia
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menembak jatuh 267 drone Ukraina yang menyerang wilayah Rusia, termasuk di sekitar Laut Hitam, Laut Azov, dan Krimea. Serangan Ukraina yang diarahkan ke pusat logistik di wilayah Rusia, seperti fasilitas Ozon di Orenburg dan Ufa, menyebabkan kerusakan. Sementara itu, Angkatan Udara Ukraina menyatakan Rusia meluncurkan total 258 drone, dua rudal jelajah antikapal Oniks, serta beberapa rudal balistik dalam serangannya.
Ukraina mengklaim berhasil menembak jatuh hampir 90 persen dari drone yang diterbangkan Rusia, dengan 222 drone, satu rudal Oniks, dan tujuh rudal balistik berhasil diintersepsi. Namun, beberapa serangan tetap berhasil mengenai sasaran, termasuk fasilitas pelabuhan, penyimpanan biji-bijian, serta instalasi energi dan industri.
Krisis Pertahanan Udara Ukraina dan Respons Sekutu
Serangan ini terjadi di tengah krisis kelangkaan amunisi sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat yang dialami Ukraina dalam beberapa bulan terakhir. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi pasukannya baru menerima pasokan kecil amunisi pertahanan udara dari sekutu Eropa dan mendesak pengiriman sistem pencegat rudal balistik tambahan melalui berbagai skema bantuan segera direalisasikan.
Dalam pernyataannya melalui platform media sosial, Zelenskyy menekankan pentingnya memperkuat pertahanan udara sebagai langkah krusial untuk menyelamatkan nyawa warga sipil di tengah eskalasi serangan udara. Ia menyebut keputusan sekutu Eropa untuk memperkuat pertahanan udara Ukraina sebagai kemajuan penting dalam menghadapi ancaman yang terus meningkat.
Konflik Berkepanjangan dan Dampak Serangan Lain
Serangan udara ini merupakan bagian dari konflik yang telah berlangsung lebih dari empat setengah tahun antara Rusia dan Ukraina. Selain insiden serangan udara besar-besaran, berbagai serangan mematikan lainnya juga terus terjadi, seperti serangan Ukraina di wilayah yang diduduki Rusia di Lugansk yang menewaskan delapan orang dan serangan drone Rusia yang menghantam mal di Kryvyi Rig, menewaskan 16 orang.
Perang ini terus menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang luas, dengan meningkatnya serangan udara di kedua belah pihak. Upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik masih menghadapi kebuntuan, sementara kedua negara terus meningkatkan kapasitas militer dan serangan mereka.
Situasi ini menimbulkan tantangan besar bagi pertahanan Ukraina yang kekurangan sistem pencegat rudal, sementara Rusia meningkatkan produksi rudal balistik dan memperluas mobilisasi militernya. Kondisi ini menunjukkan eskalasi yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda dalam waktu dekat.
Pemulihan dan perlindungan warga sipil serta fasilitas vital menjadi prioritas utama di tengah situasi yang terus memburuk, dengan kebutuhan dukungan internasional yang semakin mendesak untuk membantu Ukraina mempertahankan wilayahnya dan mengurangi dampak perang terhadap penduduk sipil.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










