Houthi Klaim Serang Bandara dan Fasilitas Minyak Saudi

Suara Pecari – Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah melancarkan serangan rudal ke sejumlah bandara dan fasilitas minyak penting di Arab Saudi pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Serangan ini merupakan tanggapan atas serangan militer Arab Saudi di Yaman yang dilaporkan menewaskan 17 orang.

Serangan Terhadap Bandara dan Fasilitas Minyak Saudi

Juru bicara militer Houthi, Brigjen Yahya Saree, menyatakan bahwa kelompoknya menembakkan rudal ke tiga bandara utama di Arab Saudi, yaitu Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, bandara di Dammam di wilayah timur, dan bandara di Najran di selatan negara tersebut. Serangan di Bandara Internasional King Khalid dilakukan dalam dua gelombang.

Baca juga:

Selain itu, Houthi mengklaim menyerang pangkalan udara Khamis Mushait yang terletak di selatan Arab Saudi, serta menargetkan stasiun pemompaan minyak mentah dan jalur pipa minyak yang menghubungkan wilayah timur dan barat negara tersebut.

Meski demikian, Bandara Internasional King Khalid telah mengumumkan bahwa penerbangan domestik dan internasional akan kembali beroperasi mulai Minggu, 25 Oktober 2026, setelah sempat ditutup akibat serangan-serangan mematikan yang terjadi sebelumnya pada bulan ini.

Pencegatan Rudal dan Klaim Houthi

Badan pertahanan sipil Arab Saudi melaporkan adanya dua rudal yang berhasil dicegat di wilayah Makkah dan Madinah. Puing-puing rudal tersebut jatuh di sekitar wilayah tersebut. Namun, kelompok Houthi membantah bahwa mereka menargetkan wilayah suci umat Islam itu dan menyebut klaim Saudi sebagai “kebohongan besar”.

Koalisi pimpinan Arab Saudi juga mengumumkan telah mencegat dua rudal yang menargetkan kota Taif dan Yanbu di bagian barat negara tersebut. Sebelum pencegatan, peringatan potensi bahaya sempat dikeluarkan untuk empat wilayah di bagian barat Arab Saudi, termasuk Makkah, Taif, dan Yanbu, namun kemudian peringatan tersebut dicabut.

Yanbu sendiri merupakan pusat ekspor minyak utama Arab Saudi di pesisir Laut Merah, yang memungkinkan Riyadh mengalihkan sebagian ekspor minyak melalui jalur pipa dari wilayah timur, mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz yang diblokade Iran.

Serangan di Aden, Yaman

Selain menyerang wilayah Arab Saudi, Houthi juga mengklaim melakukan serangan terhadap Aden, kota di selatan Yaman yang menjadi pusat pemerintahan sementara Yaman yang diakui secara internasional dan didukung oleh Arab Saudi. Serangan tersebut menargetkan pangkalan angkatan laut, kamp militer yang diawasi pasukan Saudi, markas penjaga pantai, dan Bandara Aden.

Baca juga:

Klaim serangan ini muncul setelah stasiun televisi Al-Masirah yang berafiliasi dengan Houthi melaporkan serangan yang dilakukan Arab Saudi di sejumlah wilayah di Yaman yang menyebabkan sedikitnya 17 orang tewas, termasuk serangan di sebuah rumah di Sanaa yang menewaskan empat orang.

Konteks dan Dampak

Konflik antara kelompok Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi merupakan bagian dari perang berkepanjangan di Yaman yang telah menimbulkan krisis kemanusiaan serius. Serangan rudal dan serangan udara yang saling balas ini menambah ketegangan di wilayah tersebut, serta berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan pasokan energi di kawasan Timur Tengah.

Pihak berwenang Arab Saudi terus meningkatkan sistem pertahanan udara dan mengawasi potensi ancaman dari rudal balistik dan serangan udara yang dilancarkan oleh kelompok Houthi.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *