Pasien BPJS Kini Dapat Menjalani Kemoterapi di RSUD Blambangan
Suara Pecari |
KabarBaik.co, Banyuwangi – RSUD Blambangan di Banyuwangi secara resmi membuka layanan kemoterapi bagi pasien peserta BPJS Kesehatan mulai tanggal 1 Juni 2026. Dengan hadirnya layanan ini, diharapkan pasien di Banyuwangi tidak lagi perlu dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan pengobatan kanker. Penandatanganan Pakta Integritas antara RSUD Blambangan dan BPJS Kesehatan menandai kerja sama ini, yang dilakukan oleh Direktur RSUD Blambangan, dr. Asiyah, dan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Bandung. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa kehadiran layanan ini merupakan langkah penting dalam mendekatkan akses pengobatan kanker kepada masyarakat setempat. “Alhamdulillah kerja sama ini bisa terealisasi. Dengan adanya layanan kemoterapi di RSUD Blambangan, pasien dapat mengakses layanan lebih dekat dan mudah, sehingga meringankan beban mereka dan keluarga,” ungkap Ipuk. Fasilitas untuk layanan kemoterapi di RSUD Blambangan telah disiapkan sejak tahun 2025, mencakup sarana prasarana dan sumber daya manusia yang memadai. Sebelumnya, pasien BPJS yang membutuhkan kemoterapi harus dirujuk ke daerah lain. Namun, dengan adanya kerja sama ini, pasien kini dapat menjalani kemoterapi langsung di RSUD Blambangan. Direktur RSUD Blambangan, dr. Asiyah, menjelaskan bahwa layanan kemoterapi BPJS akan mulai beroperasi pada 1 Juni 2026. Pasien yang sebelumnya menjalani terapi di luar Banyuwangi dapat memanfaatkan layanan ini dengan syarat telah berkonsultasi dan mendapatkan rekomendasi dari dokter penanggung jawab. “Karena kemoterapi ini adalah terapi paket, pelaksanaannya harus berdasarkan rekomendasi dokter yang menangani,” ujar dr. Asiyah. Ia menambahkan bahwa seluruh kebutuhan layanan kemoterapi di RSUD Blambangan kini telah terpenuhi, baik dari segi fasilitas maupun sumber daya manusia. RSUD Blambangan telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang kemoterapi, termasuk Ruang Handling Sitotoksik untuk peracikan obat kemoterapi yang dilengkapi dengan BioSafety Cabinet (BSC) sesuai standar keamanan. Selain itu, terdapat Ruang One Day Care Kemoterapi untuk pemberian obat kemoterapi secara rawat jalan. Dari sisi tenaga medis, rumah sakit ini juga memiliki dokter spesialis dan subspesialis yang mendukung layanan kanker, termasuk dokter subspesialis bedah onkologi, subspesialis onkologi toraks, dokter spesialis penyakit dalam dengan fellowship Internis Fellow Onkologi (IFO), dan dokter spesialis paru dengan fellowship terapi sistemik onkologi toraks. Layanan ini juga didukung oleh tenaga kefarmasian dan perawat yang khusus menangani kemoterapi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












