BPOM Gelar Jamu Festival 2026: Dorong Masyarakat Hidup Sehat dengan Olahraga dan Jamu
Suara Pecari | Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar ‘Jamu Festival 2026’ sebagai puncak peringatan Hari Jamu Nasional. Acara yang berlangsung di Jakarta pada Minggu, 7 Juni 2026 ini bertujuan mempromosikan budaya sehat melalui olahraga dan konsumsi jamu sebagai warisan Indonesia. BPOM Gelar ‘Jamu Festival 2026’ Dorong Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Sehat LPP RRI menjadi sorotan utama dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup alami.
Festival ini diselenggarakan melalui kolaborasi BPOM bersama Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu) dengan menghadirkan berbagai kegiatan edukatif. Rangkaian acara dirancang untuk mengangkat budaya sehat berbasis jamu melalui aktivitas interaktif dan inspiratif. Mulai dari Ginger Run 5K, Fresh Walk 3K, senam sehat bersama, parade jamu gendong, estafet permainan Nusantara, hingga talkshow khusus Hari Jamu. Tak ketinggalan, lomba meracik jamu, pertunjukan budaya, penampilan musik, dan mini expo turut memeriahkan festival.
Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi sedikitnya dua ribu peserta dalam Ginger Run 5K dan Fresh Walk 3K. Sebanyak 130 pelaku jamu gendong turut memeriahkan dengan menyajikan berbagai minuman tradisional seperti jamu beras kencur, kunyit asam, dan jahe. BPOM Gelar ‘Jamu Festival 2026’ Dorong Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Sehat LPP RRI menjadi momentum untuk mengedukasi generasi muda agar lebih mencintai produk lokal.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan bahwa peringatan Hari Jamu Nasional tidak sekadar mempromosikan warisan budaya Indonesia, tetapi juga mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga dan obat bahan alam. “Dengan lari, jalan, olahraga, ditambah konsumsi jamu, maka hidup akan semakin sehat. Ini adalah kekayaan Indonesia yang harus kita banggakan,” ujarnya di Jakarta.
Taruna menjelaskan, pengakuan internasional terhadap jamu semakin kuat setelah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. WHO juga semakin membuka ruang pengembangan pengobatan tradisional berbasis bukti ilmiah. Indonesia memiliki kekayaan hayati luar biasa dengan sekitar 31 ribu jenis tanaman, ribuan di antaranya telah dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional dan produk kesehatan.
Saat ini terdapat sekitar 22 ribu nomor izin edar yang berkaitan dengan obat asli Indonesia. BPOM berharap jumlah tersebut terus bertambah seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk berbahan alam. “Ini merupakan kekayaan yang luar biasa. Kita ingin semakin banyak masyarakat yang menggemari jamu karena ini milik kita sendiri,” kata Taruna.
Taruna menekankan pentingnya mengenalkan jamu kepada generasi muda melalui inovasi menarik. Ia menilai UMKM dan penjual jamu gendong berpeluang berkembang melalui pemanfaatan teknologi digital dan platform daring. Dengan demikian, BPOM Gelar ‘Jamu Festival 2026’ Dorong Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Sehat LPP RRI diharapkan mampu mendorong kebangkitan industri jamu nasional.
Kesimpulannya, Jamu Festival 2026 menjadi langkah strategis BPOM dalam mengedukasi masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat berbasis kearifan lokal. Melalui kombinasi olahraga dan konsumsi jamu, diharapkan masyarakat Indonesia semakin sehat dan bangga terhadap warisan budaya sendiri.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












