Sering Minta Antibiotik Tiap Sakit? Ini yang Harus Diketahui Sebelum Meminumnya

Sering Minta Antibiotik Tiap Sakit? Ini yang Harus Diketahui Sebelum Meminumnya

Suara Pecari – Kebiasaan meminta antibiotik setiap kali sakit masih banyak ditemui di masyarakat. Padahal, antibiotik tidak bekerja untuk penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti flu, batuk, dan pilek.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan bahwa 19,4 persen penduduk Indonesia pernah membeli antibiotik tanpa resep untuk gejala umum seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, atau diare. Dari data yang sama, hanya 28,7 persen masyarakat yang mengetahui bahwa antibiotik hanya efektif untuk infeksi bakteri.

Apa Itu Antibiotik?

Antibiotik adalah golongan obat yang bekerja dengan cara membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri. Obat ini dapat berasal dari mikroorganisme alami maupun dibuat secara sintetis di laboratorium.

Menurut studi dalam jurnal Frontiers in Pharmacology (2024), antibiotik memiliki beberapa mekanisme kerja, antara lain:

  • Menghentikan penggandaan DNA bakteri.
  • Menghambat pembentukan protein yang dibutuhkan bakteri untuk hidup.
  • Merusak dinding sel bakteri.
  • Mengganggu metabolisme asam folat pada bakteri.

Target kerja yang berbeda-beda tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu menghentikan bakteri penyebab infeksi.

Kenapa Antibiotik Tidak Mempan untuk Flu?

Flu, batuk, dan pilek yang sering membuat orang ingin segera mengonsumsi antibiotik justru sebagian besar disebabkan oleh virus. Antibiotik hanya dirancang untuk melawan bakteri, bukan virus.

Virus tidak memiliki dinding sel, ribosom, atau jalur metabolisme sendiri seperti bakteri. Karena itu, mekanisme kerja antibiotik tidak dapat mengenai target pada virus. Mengonsumsi antibiotik untuk flu atau pilek tidak akan mempercepat penyembuhan dan justru berisiko menimbulkan masalah kesehatan.

Bahaya Resistensi Antibiotik

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat, seperti mengonsumsi tanpa resep atau berhenti sebelum habis, dapat memicu resistensi antibiotik. Kondisi ini terjadi ketika bakteri berubah dan menjadi kebal terhadap antibiotik yang sebelumnya ampuh.

Bakteri dapat melawan antibiotik dengan berbagai cara, misalnya menghasilkan enzim yang merusak obat, atau mengubah bentuk targetnya sehingga obat tidak lagi dapat mengenali bakteri tersebut. Jika resistensi terus meningkat, infeksi bakteri yang seharusnya mudah diobati bisa menjadi sulit disembuhkan.

Antibiotik Juga Merusak Bakteri Baik

Selain memicu resistensi, penggunaan antibiotik sembarangan juga berdampak pada keseimbangan mikrobiota usus. Studi dalam Chinese Medical Journal (2019) menunjukkan bahwa antibiotik tidak hanya membunuh bakteri penyebab penyakit, tetapi juga bakteri baik di dalam usus.

Gangguan keseimbangan mikrobiota usus dapat menyebabkan diare, gangguan pencernaan, dan membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi lain.

Yang Harus Dilakukan Sebelum Minum Antibiotik

Untuk menghindari risiko tersebut, berikut langkah yang sebaiknya dilakukan:

  • Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi antibiotik.
  • Jangan membeli antibiotik sendiri tanpa resep.
  • Jika dokter meresepkan antibiotik, habiskan sesuai anjuran meskipun kondisi sudah terasa membaik.

Keputusan kecil dalam penggunaan antibiotik hari ini menentukan apakah obat ini masih efektif menjadi penyelamat nyawa di masa depan atau justru kehilangan kemampuannya. Dengan memahami cara kerja dan risikonya, kita dapat menggunakan antibiotik secara bijak dan bertanggung jawab.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *