Wamenhaj Bongkar Penipuan Paket Badal Haji Rp1,4 Miliar, KBIHU Jawa Barat Jadi Tersangka

Wamenhaj Bongkar Penipuan Paket Badal Haji Rp1,4 Miliar, KBIHU Jawa Barat Jadi Tersangka

Suara Pecari | Wamenhaj Bongkar Penipuan Paket Badal Haji Rp1 4 Miliar LPP RRI menjadi sorotan utama setelah Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkap praktik penipuan yang dilakukan oleh oknum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIHU) asal Jawa Barat. Dalam pelepasan jemaah haji Kloter KNO 7 di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, Senin, 8 Juni 2026, Dahnil membongkar modus penipuan yang merugikan jemaah hingga Rp1,4 miliar.

Selain badal haji, kementerian juga menemukan penyelewengan pembayaran DAM (denda haji). Jemaah ditarik biaya 720 riyal, namun uang tersebut tidak disetorkan ke saluran resmi Adahi. Oknum justru membeli DAM melalui mukimin dengan harga murah demi mengambil keuntungan pribadi. “Banyak yang benci saya dengan Pak Menteri karena kartel haji ini sudah terlanjur sistematis,” ucap Dahnil.

Pihak berwenang telah melakukan interogasi terhadap oknum yang bekerja sama dengan mukimin tersebut. Kementerian Haji dan Umrah akan mengambil langkah tegas terhadap KBIHU yang terlibat. Sanksi administratif berupa pencabutan izin usaha akan segera diterapkan. Kasus ini juga akan dibawa ke ranah hukum pidana di Indonesia. Pemerintah berjanji membuka informasi kasus ini secara resmi dan rinci kepada publik. Tim juru bicara akan mengumumkan nama-nama KBIHU yang diduga terlibat penipuan.

Wamenhaj Bongkar Penipuan Paket Badal Haji Rp1 4 Miliar LPP RRI menjadi peringatan bagi seluruh jemaah untuk lebih berhati-hati dalam memilih penyedia layanan haji. Masyarakat diimbau untuk selalu mengecek legalitas KBIHU melalui Kementerian Agama dan tidak mudah tergiur dengan tawaran biaya murah yang tidak wajar.

Kasus ini juga menjadi bukti bahwa pengawasan terhadap penyelenggaraan ibadah haji harus diperketat. Pemerintah berkomitmen memberantas praktik penipuan yang merugikan jemaah dan mencoreng nama baik penyelenggaraan haji Indonesia. Dengan pengungkapan ini, diharapkan tidak ada lagi jemaah yang menjadi korban penipuan serupa di masa mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan