Mengikuti Polri Geledah 12 Lokasi Terkait 3 Kasus Korupsi: Uang Miliaran Disita

Mengikuti Polri Geledah 12 Lokasi Terkait 3 Kasus Korupsi: Uang Miliaran Disita

Penggeledahan Serentak di Jakarta dan Bogor

Suara Pecari, Pada Rabu, 23 Juli 2026, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggeledah 12 lokasi di Jakarta dan Bogor. Penggeledahan ini merupakan bagian dari penyidikan tiga kasus dugaan korupsi, suap, gratifikasi, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa penggeledahan terkait dengan dugaan korupsi blackout batu bara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel.

Daftar 12 Lokasi Penggeledahan

NoLokasiWilayah
1PT CBSCengkareng Timur, Jakarta Barat
2PT CBS (Kantor Pusat)Penjaringan, Jakarta Utara
3PT KNIPetojo Selatan, Jakarta Pusat
4Rumah Sdr. MNSerpong Utara, Tangerang Selatan
5Kafe deClan SignatureCipete, Jakarta Selatan
6Koin Money ChangerCipete Selatan, Jakarta Selatan
7Rumah Sdr. TKMega Kuningan, Jakarta Selatan
8Kantor Grup DMG CPKuningan, Jakarta Selatan
9PT PMLKaret Kuningan, Jakarta Selatan
10Rumah Sdr. DRGandaria Selatan, Jakarta Selatan
11Rumah Sdri. MILDKApartement Pacific Place
12Rumah di SentulKab. Bogor

Tiga Kasus yang Diusut

1. Kasus Blackout Batu Bara PLN

Kortastipidkor Polri mengusut dugaan korupsi dalam pengadaan pasokan batu bara untuk PLTU periode 2016-2026. Penyidikan dimulai sejak 4 Juli 2026. Diduga terjadi manipulasi dokumen kualitas dan kuantitas batu bara yang dipasok oleh PT OBP dan PT BRA, yang menyebabkan pembayaran tidak sesuai dan berkontribusi pada pemadaman listrik di Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jabodetabek. Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 5 triliun, namun angka pasti akan dihitung bersama BPK.

2. Kasus Asabri dan Jiwasraya

Laporan polisi pertama terkait dugaan korupsi dan TPPU dalam penanganan hukum perkara PT Asabri (Persero) dan Asuransi Jiwasraya pada 2020-2025. Kasus ini melibatkan oknum pegawai negeri atau penyelenggara negara.

3. Kasus Penyelesaian Utang PT CBS kepada PT KNI

Laporan polisi kedua berkaitan dengan dugaan korupsi dan TPPU dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI pada 2020-2025, yang diduga melibatkan penyelenggara negara.

Temuan Miliaran Rupiah

Di Kafe deClan, penyidik menemukan brankas berisi uang tunai dalam berbagai mata uang: SGD 3.130.000, USD 889.965, dan Rp 259.159.000, total sekitar Rp 60 miliar. Di Koin Money Changer, disita 71 item barang bukti termasuk 16 jenis uang asing senilai Rp 7,2 miliar. Tiga pegawai kafe diamankan untuk dimintai keterangan.

Penggeledahan meluas ke rumah di Sentul, Bogor, di mana ditemukan brankas tersembunyi di balik panel kayu. Isinya mencengangkan: 74 kg emas batangan, USD 4.767.300, SGD 14.083.800, dan Rp 100 juta, total ditaksir Rp 476 miliar. Selain itu, disita dokumen, handphone, dan foto keluarga yang diduga milik pemilik rumah. Polri belum mengungkap identitas pemilik.

Atensi Presiden dan Peringatan

Kakortastipidkor Irjen Totok Suharyanto menyatakan bahwa kasus ini menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto. Polri berkomitmen menuntaskan penyidikan. Kabid Humas Polda Metro Kombes Budi Hermanto mengingatkan bahwa menghalangi penyidikan dapat diproses berdasarkan Pasal 21 UU Tipikor.

Dampak dan Implikasi

Kasus ini berdampak luas: pemadaman listrik akibat blackout batu bara merugikan perekonomian dan masyarakat. Dugaan korupsi di BUMN seperti PLN, Asabri, dan Krakatau Steel menurunkan kepercayaan investor. Pengungkapan ini menunjukkan keseriusan pemerintah memberantas korupsi, namun juga menyoroti lemahnya pengawasan internal. Ke depan, perlu reformasi tata kelola BUMN dan penguatan audit independen.

Kronologi Penggeledahan

  • 4 Juli 2026: Penyidikan kasus blackout batu bara dimulai.
  • 23 Juli 2026 (pagi): Penggeledahan di 8 lokasi awal, termasuk Kafe deClan dan Koin Money Changer.
  • 23 Juli 2026 (siang): Penggeledahan diperluas ke 4 lokasi tambahan, termasuk rumah di Sentul.
  • 23-24 Juli 2026 (malam): Brankas di Sentul dibuka, ditemukan emas dan uang miliaran.

Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih mendalami keterkaitan barang bukti dengan tiga perkara yang diusut. Masyarakat menanti pengumuman tersangka dan perkembangan kasus yang menjadi sorotan nasional ini.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *