Sony Sonjaya Bungkam Soal ‘Hadiah’, Publik Diminta Tanya Langsung ke Nanik Deyang [titlebase]

Sony Sonjaya Bungkam Soal 'Hadiah', Publik Diminta Tanya Langsung ke Nanik Deyang [titlebase]

Suara Pecari | Jakarta – Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya memilih bungkam saat ditanya soal dugaan penerimaan ‘hadiah’ dalam kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Alih-alih menjawab, kuasa hukumnya, Krisna Murti, justru meminta publik untuk menanyakan langsung hal tersebut kepada Nanik Deyang. Pernyataan ini mencuat di tengah proses hukum yang tengah berjalan di Kejaksaan Agung (Kejagung).

Sony Sonjaya bungkam soal ‘hadiah’, publik diminta tanya langsung ke Nanik Deyang [titlebase] menjadi sorotan setelah pengacara kliennya membantah adanya penyitaan aset. Namun, saat dikonfirmasi mengenai aliran dana atau gratifikasi yang disebut sebagai ‘hadiah’, Krisna memilih mengalihkan pertanyaan. “Tanya saja langsung ke Nanik Deyang, beliau yang lebih tahu,” ujar Krisna di Kejagung, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Sebelumnya, Sony Sonjaya ditahan Kejagung bersama dua mantan pimpinan BGN lainnya, Dadan Hindayana dan Lodewyk Pusung, atas dugaan korupsi tata kelola program MBG tahun 2025-2026. Kasus ini menyeret nama sejumlah pihak, termasuk Nanik Deyang yang disebut-sebut sebagai pihak yang menerima atau menyalurkan ‘hadiah’. Publik pun bertanya-tanya mengapa Sony Sonjaya bungkam soal ‘hadiah’, publik diminta tanya langsung ke Nanik Deyang [titlebase] seolah menjadi strategi untuk mengalihkan perhatian.

Krisna menegaskan bahwa tidak ada aset Sony yang disita oleh Kejagung. “Sama sekali tidak, ya kan sama sekali tidak (ada aset yang disita),” katanya. Ia juga membela kepemilikan dapur MBG oleh keluarga Sony, dengan alasan semua sesuai spesifikasi. Namun, soal rekening yang diblokir, Krisna mengaku belum mengetahuinya.

Isu ‘hadiah’ ini menambah kompleksitas kasus yang sudah menyita perhatian publik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ‘hadiah’ tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa dalam program MBG. Namun, Sony Sonjaya bungkam soal ‘hadiah’, publik diminta tanya langsung ke Nanik Deyang [titlebase] seolah menjadi batu sandungan bagi pengusutan lebih lanjut. Pengamat hukum menilai sikap bungkam ini justru menimbulkan kecurigaan.

Kejagung sendiri hingga saat ini belum memberikan komentar resmi mengenai pernyataan kuasa hukum Sony. Penyidik masih terus mendalami keterangan saksi dan alat bukti. Sementara itu, Nanik Deyang belum dapat dimintai konfirmasi terkait tudingan yang dialamatkan padanya.

Kasus korupsi MBG ini menjadi salah satu yang terbesar di tahun 2026, dengan kerugian negara ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah. Publik menanti kejelasan, terutama setelah Sony Sonjaya bungkam soal ‘hadiah’, publik diminta tanya langsung ke Nanik Deyang [titlebase]. Apakah ini sekadar taktik hukum atau ada hal yang disembunyikan? Waktu yang akan menjawab.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.