BGN Perkenalkan 5 Pejabat Baru: Strategi Perkuat Tata Kelola dan Program Makan Bergizi Gratis
Suara Pecari, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari secara resmi memperkenalkan lima pejabat tinggi madya baru yang telah dilantik pada Selasa, 22 Juli 2026. Kelima pejabat ini menggantikan posisi sebelumnya, mulai dari Sekretaris Utama hingga Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan. Penunjukan ini didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 21 Juli 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat organisasi BGN sekaligus memperbaiki tata kelola, khususnya dalam pelaksanaan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Latar Belakang dan Tujuan Perombakan
Agustina Arumsari, dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, menjelaskan bahwa penunjukan pejabat baru ini merupakan respons terhadap kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas BGN. “Kami membutuhkan tim untuk memperbaiki tata kelola BGN dan Makan Bergizi Gratis,” ujarnya. Program MBG yang menjadi salah satu prioritas nasional memerlukan pengelolaan yang profesional dan transparan. Dengan kehadiran pejabar baru, diharapkan terjadi percepatan dalam implementasi program, termasuk distribusi makanan bergizi ke sekolah-sekolah dan daerah terpencil.
Selain itu, Agustina menyoroti pentingnya keterwakilan gender dalam kepemimpinan BGN. Dari sembilan pimpinan BGN saat ini, empat di antaranya adalah perempuan. “Harapannya kalau ada sentuhan perempuan, seperti kita memberi makan ke anak-anak, dengan tim yang seperti sekarang kami yakin program MBG ke depan akan lebih baik lagi,” tambahnya. Kehadiran perempuan dalam posisi strategis diyakini mampu membawa perspektif yang lebih holistik dalam perencanaan dan pelaksanaan program gizi.
Daftar Pejabat Baru BGN
Berikut adalah kelima pejabat tinggi madya yang dilantik beserta latar belakang dan tugas pokoknya:
| Nama | Jabatan Baru | Latar Belakang |
|---|---|---|
| Dr. Prima Yosephine Berliana | Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola | Mantan Direktur Penyakit Menular Kemenkes |
| Zainuri | Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran | Eks Kepala Biro BPKP |
| Dr. Mariman Darto | Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama | Eks Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen |
| Dr. Ketut Sumedana | Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan | Kajati Sumut, Bali, eks Kapuspenkum Kejagung |
| Dr. Lili Khamiliyah | Sekretaris Utama BGN | Eks Kepala Biro Umum Keuangan BGN |
Profil Singkat dan Relevansi Jabatan
Masing-masing pejabat baru membawa keahlian yang sesuai dengan bidang tugasnya. Dr. Prima Yosephine Berliana, dengan latar belakang di Kementerian Kesehatan, diharapkan mampu merancang sistem tata kelola yang terintegrasi dengan kebijakan gizi nasional. Zainuri, yang sebelumnya berkarier di BPKP, akan memastikan penyediaan dan penyaluran makanan bergizi berjalan efisien dan bebas dari penyimpangan. Dr. Mariman Darto, yang berpengalaman di bidang manajemen talenta, akan menggalang kerja sama dengan berbagai pihak untuk mempromosikan program MBG. Dr. Ketut Sumedana, dengan pengalaman di Kejaksaan Agung, akan memperkuat fungsi pengawasan internal. Sementara Dr. Lili Khamiliyah, yang sudah mengenal seluk-beluk BGN, akan mengelola kesekretariatan dengan lebih baik.
Implikasi bagi Program Makan Bergizi Gratis
Penguatan tata kelola ini diharapkan berdampak langsung pada kualitas dan jangkauan program MBG. Dengan adanya Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan yang dipimpin oleh Dr. Ketut Sumedana, diharapkan pengawasan terhadap distribusi makanan menjadi lebih ketat, mengurangi risiko kebocoran atau ketidaktepatan sasaran. Sementara itu, Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama akan berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dan sektor swasta dalam mendukung program ini.
Program MBG sendiri telah menjadi sorotan publik sejak diluncurkan. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan infrastruktur di daerah terpencil, variasi menu yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak, serta koordinasi lintas sektor. Dengan kehadiran pejabat baru yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing, diharapkan hambatan-hambatan tersebut dapat diatasi secara lebih sistematis.
Kronologi Peristiwa
Berikut kronologi terkait pelantikan pejabat baru BGN:
- 21 Juli 2026 (Senin): Presiden Prabowo Subianto menandatangani Keputusan Presiden tentang pengangkatan lima pejabat tinggi madya BGN.
- 22 Juli 2026 (Selasa): Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan di Kantor BGN, Jakarta Pusat. Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari memperkenalkan para pejabat baru dalam konferensi pers.
- 22 Juli 2026 (Selasa): Para pejabat baru langsung menjalankan tugasnya, dengan fokus awal pada percepatan program MBG.
Dampak dan Harapan ke Depan
Langkah ini tidak hanya berdampak pada internal BGN, tetapi juga pada masyarakat luas yang menjadi penerima manfaat program MBG. Dengan tata kelola yang lebih baik, diharapkan program ini dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Selain itu, keterwakilan perempuan dalam kepemimpinan BGN diharapkan mampu membawa perspektif yang lebih peka terhadap kebutuhan gizi anak-anak dan ibu hamil.
Dalam jangka panjang, penguatan kelembagaan BGN akan mendukung pencapaian target penurunan stunting dan malnutrisi di Indonesia. Pemerintah menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 14% pada tahun 2026. Dengan adanya pejabat baru yang kompeten, diharapkan target tersebut dapat tercapai lebih cepat.
Agustina Arumsari menutup konferensi pers dengan optimisme. “Kami yakin dengan tim yang solid, program MBG akan memberikan manfaat nyata bagi generasi penerus bangsa,” pungkasnya. Publik pun menanti gebrakan dari para pejabat baru ini dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan cerdas melalui gizi yang baik.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










