Korban KM Virgo Transport 8 Asal Klaten dan Malang: Kisah Duka dan Pencarian yang Belum Usai
Suara Pecari, Jawa Timur – Tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu, 13 September 2026, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, terutama dari Klaten dan Malang. Beberapa penumpang asal daerah tersebut menjadi korban dalam kecelakaan yang menewaskan beberapa orang dan masih menyisakan pencarian bagi yang belum ditemukan.
Salah satu korban meninggal yang telah teridentifikasi adalah Reyner Fausta Yosilianto, 22 tahun, warga Dusun Claket, Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Jenazah Reyner diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidokkes Polda Kalsel melalui sidik jari dan saat ini jenazahnya dalam proses pemulangan ke Jawa Timur untuk dimakamkan di Blitar.
Kisah Keluarga Asal Klaten
Duka juga dirasakan keluarga dari Klaten, di mana dua kakak-adik, Danang dan Bagus, menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Adik mereka, Sintya Dewi (20), menceritakan bagaimana kabar kecelakaan itu diterima oleh ayah mereka saat sedang dalam perjalanan kondangan di Sragen. Ayah mereka segera pulang setelah mendapat berita tersebut karena merasa tidak tenang.
Sintya menjelaskan bahwa kakaknya, Danang, selamat dengan luka di bagian paha yang harus dijahit, namun hingga saat ini belum ada kabar mengenai Bagus yang masih hilang. Kedua saudara tersebut berangkat untuk mengirim barang ke Banjarmasin menggunakan KM Virgo Transport. Barang yang dibawa berupa gerobak es teh. Kepergian mereka meninggalkan kesan mendalam, terutama saat Danang sempat video call dan anaknya yang berusia dua tahun tampak menangis saat ia hendak berangkat.
Pencarian Penumpang Asal Solo
Dari Solo, dua warga juga menjadi korban yang hingga kini belum ditemukan. Salah satunya adalah Ahda, yang berencana merantau ke Kalimantan untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit. Kerabat dekat Ahda, Saryanto, bercerita bahwa Ahda sempat berpamitan dan ini adalah perantauan pertamanya. Orang tua Ahda belum memberikan izin keberangkatannya, dan keluarga terus berupaya mencari informasi dengan berkoordinasi bersama kepolisian dan pihak terkait di Tanjung Perak, Surabaya.
Kondisi dan Dampak
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 ini menimbulkan rasa duka yang mendalam di berbagai daerah asal penumpang. Identifikasi korban dan pencarian penumpang yang hilang masih berlangsung. Keluarga korban menunggu kejelasan mengenai nasib anggota keluarganya yang belum ditemukan. Pihak kepolisian dan tim SAR terus melakukan upaya evakuasi dan koordinasi dengan keluarga korban.
Peristiwa ini mengingatkan pentingnya keselamatan dalam perjalanan laut dan perlunya perhatian lebih terhadap prosedur keamanan kapal penumpang dan barang. Duka keluarga yang terdampak menjadi sorotan utama, dengan harapan agar korban yang hilang segera ditemukan dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kepastian.
Dalam situasi ini, masyarakat diimbau untuk terus memberikan dukungan moral kepada keluarga korban dan menghormati proses evakuasi serta investigasi yang sedang berjalan demi kebenaran dan keadilan bagi seluruh pihak terkait.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










