Kronologi dan Dampak Tragedi Penembakan Pilot AMA di Yahukimo: Luka Tembak Tembus Kepala Jadi Penyebab Kematian
Suara Pecari, Kapolda Papua dan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 mengonfirmasi bahwa kapten pilot pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Gosselin (29), meninggal dunia akibat luka tembak yang menyebabkan kerusakan berat pada kepala. Peristiwa tragis ini terjadi di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, saat pesawat jenis Pilatus Porter dengan nomor registrasi PK-RCY baru saja mendarat. Serangan yang didalangi oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) OPM XVIYahukimo pimpinan Elkius Kobak ini tidak hanya merenggut nyawa pilot asal Amerika Serikat tersebut, tetapi juga membakar habis pesawat yang digunakan untuk misi kemanusiaan dan keagamaan di pedalaman Papua.
Kronologi Serangan dan Evakuasi
Berdasarkan keterangan Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, serangan terjadi pada Jumat, 3 Juli 2026, sekitar pukul 14.30 WIT. Pesawat yang membawa tujuh penumpang warga asli Papua (OAP) tersebut baru saja tiba di Bandara Ipdeheik. Tiba-tiba, sekelompok KKB yang dipimpin Elkius Kobak menyerang dan langsung menembak pilot. Ketujuh penumpang berhasil selamat dan dilaporkan dalam kondisi aman. Pelaku kemudian membakar pesawat, meninggalkan puing-puing yang hangus.
Proses evakuasi jenazah Gosselin dilakukan oleh TNI dari Koops Habema pada pagi hari, 4 Juli 2026. Jenazah diterbangkan dari Timika menggunakan pesawat Boeing 737 dengan nomor penerbangan AI-7304 pada pukul 16.30 WIT dan tiba di Jayapura sekitar pukul 17.30 WIT. Setibanya di Bandara Sentani, jenazah disambut dengan prosesi ibadah penguatan yang dipimpin oleh Uskup Yanuarius Teofilus Matopai You. Selanjutnya, penghormatan terakhir dilakukan sebelum jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Papua untuk pemeriksaan visum.
Hasil Visum: Luka Tembak Tembus Kepala
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, Kombes Pol Rommy Sebastian, memaparkan hasil pemeriksaan forensik yang dilakukan sejak pukul 18.00 hingga 23.55 WIT. Tim forensik menemukan luka terbuka di kepala, dahi, pipi kiri, dan daerah sekitar telinga kanan. Selain itu, ditemukan patah tulang rahang atas kiri dan kanan, serta patah tulang rahang bawah sisi kanan akibat kekerasan benda tumpul.
Yang paling krusial adalah luka tembak masuk tempel (contact gunshot wound) di pipi kiri. Luka ini menunjukkan bahwa moncong senjata ditempelkan tegak lurus pada permukaan kulit saat ditembakkan. Lintasan peluru masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan, menyebabkan patah pada tulang maksila (tulang pipi) sebelah kanan. Pemeriksaan radiologi (X-ray) juga menunjukkan patah tulang pada dasar tengkorak yang mengakibatkan kerusakan berat pada area tersebut. Kombes Pol Rommy menjelaskan, “Cedera inilah yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death.”
| Temuan Visum | Deskripsi |
|---|---|
| Luka terbuka kepala | Area dahi, pipi kiri, sekitar telinga kanan |
| Patah tulang rahang | Rahang atas kiri dan kanan, rahang bawah kanan akibat benda tumpul |
| Luka tembak masuk tempel | Pipi kiri, moncong senjata menempel |
| Kerusakan dasar tengkorak | Patah tulang dasar tengkorak, penyebab kematian |
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa pemeriksaan visum merupakan bagian dari proses penyidikan untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah. Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban, pihak PT AMA, dan seluruh pihak yang terdampak. “Atas nama Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” ujar Yusuf.
Dampak dan Implikasi Keamanan di Papua
Tragedi ini menimbulkan dampak luas, terutama bagi operasi penerbangan kemanusiaan di Papua. PT AMA dikenal sebagai maskapai yang melayani misi kemanusiaan dan keagamaan di daerah terpencil. Dengan terbunuhnya pilot dan dibakarnya pesawat, layanan penerbangan ke wilayah-wilayah terisolasi di Yahukimo dan sekitarnya terancam terhenti. Hal ini akan berdampak langsung pada distribusi logistik, akses kesehatan, dan pelayanan pendidikan bagi masyarakat pedalaman.
- Gangguan distribusi bantuan: Banyak daerah di Papua hanya dapat dijangkau melalui udara. Dengan berkurangnya armada AMA, pasokan obat-obatan, makanan, dan kebutuhan pokok lainnya bisa terhambat.
- Keamanan penerbangan: Insiden ini meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan pilot dan awak pesawat yang beroperasi di Papua. Maskapai mungkin akan meninjau ulang prosedur keamanan dan rute penerbangan.
- Respons aparat keamanan: Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama TNI meningkatkan patroli dan operasi pengejaran terhadap kelompok KKB yang terlibat. Dua anggota KKB telah ditangkap di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang pada 19 April 2026, namun pimpinan Elkius Kobak masih buron.
Pemerintah Indonesia melalui Kapolri dan Panglima TNI telah menginstruksikan pengusutan tuntas kasus ini. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan juga menyatakan komitmen untuk memperkuat keamanan di wilayah Papua, terutama di area bandara perintis. Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Jakarta telah menyampaikan duka cita dan memantau perkembangan penyelidikan.
Penutup: Kenangan Seorang Pilot Kemanusiaan
Captain Nicholas F. Gosselin, warga negara Amerika Serikat yang telah lama mengabdikan diri untuk misi kemanusiaan di Papua, meninggalkan duka mendalam. Ia dikenal sebagai pilot yang ramah dan profesional, selalu siap melayani penerbangan ke pelosok-pelosok Papua. Tragedi ini tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga dan rekan kerjanya, tetapi juga bagi ribuan warga Papua yang bergantung pada layanan penerbangan AMA. Di tengah upaya penegakan hukum dan peningkatan keamanan, semoga peristiwa ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Papua, sehingga misi-misi kemanusiaan dapat terus berjalan tanpa rasa takut.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










