Polda Metro Sebut Keluarga Belum Respons soal Keberadaan Atlet Golf Jesslyn
Suara Pecari, Jakarta – Polda Metro Jaya mengaku belum bisa berkomunikasi dengan keluarga atlet golf Jesslyn Wijaya, yang hingga kini keberadaannya masih belum diketahui. Padahal, keterangan dari keluarga dinilai penting untuk mendalami dugaan penculikan yang dilaporkan teman korban.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa penyelidik masih mencoba mendalami kasus ini, tetapi belum berhasil menjalin komunikasi dengan pihak keluarga. Hal ini disampaikan Budi saat ditemui wartawan di Monas, Sabtu (18).
Polisi Kesulitan Hubungi Keluarga
Budi menjelaskan, sejumlah upaya penyelidikan telah dilakukan pihaknya. Namun, hingga saat ini komunikasi dengan keluarga korban belum berjalan. Padahal, keterangan mereka dianggap penting untuk mengetahui peristiwa yang sebenarnya.
“Saat sekarang penyelidik masih coba untuk mendalami tetapi masih belum bisa berkomunikasi dengan pihak keluarga,” kata Budi.
Polisi pun berharap keluarga mau memberikan keterangan terkait informasi atau isu penculikan yang beredar. Budi menegaskan bahwa keluarga adalah pihak yang paling mengetahui kondisi Jesslyn.
Perpindahan Jesslyn Terdeteksi
Dari hasil penelusuran sementara, Jesslyn terdeteksi beberapa kali berpindah lokasi. Polisi memperoleh data manifest dan CCTV yang menunjukkan bahwa Jesslyn terbang dari Bandara Ahmad Yani Semarang menuju Kuala Lumpur, Malaysia.
Setibanya di Kuala Lumpur, Jesslyn kemudian bergeser lagi ke Thailand. Informasi ini menjadi dasar bagi penyidik untuk menelusuri keberadaan atlet golf tersebut.
Kronologi Dugaan Penculikan
Kasus ini bermula dari laporan yang dibuat oleh teman Jesslyn terkait dugaan penculikan. Peristiwa itu diduga terjadi saat Jesslyn menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Menurut kuasa hukum keluarga, korban diduga dibawa paksa oleh lima pria sejak saat itu. Jesslyn tidak dapat dihubungi oleh keluarga maupun teman-temannya.
Fakta Baru: Peran Ibunda
Belakangan, Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap fakta baru terkait dugaan penculikan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima polisi, Jesslyn dibawa oleh orang-orang suruhan ibunya saat meninggalkan Indonesia.
“Kita tahu, sudah tahu. Ada orang-orang yang disuruh oleh ibunya, ibunya Jesslyn yang suruh. Nah, sekarang kita tinggal bagaimana penerimaan Jesslyn terhadap kegiatan atau peristiwa tersebut,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra.
Keberadaan Jesslyn diketahui polisi melalui sebuah video testimoni. Namun, hingga kini polisi masih meminta komunikasi melalui video call dengan Jesslyn untuk memastikan apakah ia dibawa paksa atau pergi secara sukarela.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.








