Keluarga Ungkap Kejanggalan Tewasnya Mantan Istri Brigadir ISH Lebam-Leher Luka
Suara Pecari, Medan – Keluarga mantan istri Brigadir ISH, Winda Lorenza Gowasa, mengungkap sejumlah kejanggalan terkait kematian Winda yang sebelumnya dinyatakan sebagai kasus bunuh diri oleh pihak kepolisian. Winda ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Medan Helvetia pada Minggu, 28 Juli 2026.
Kejanggalan Pada Tubuh Korban
Ayah kandung Winda, Sanalui Gowasa, menyatakan bahwa kematian putrinya bukan akibat bunuh diri. Ia menduga adanya tindak kekerasan karena ditemukan luka lebam pada wajah dan mata, serta bekas luka di leher yang diduga akibat pencekikan. Selain itu, seluruh tubuh korban tampak kebiruan, yang menurut Sanalui tidak konsisten dengan dugaan bunuh diri menggunakan senjata api.
Sanalui juga menolak klaim bahwa Winda menembak dirinya sendiri menggunakan pistol milik mantan suaminya, Brigadir ISH. Ia menegaskan tidak ada bekas luka tembakan pada tubuh korban seperti yang diberitakan sebelumnya.
Proses Penanganan dan Autopsi
Keluarga masih menunggu hasil autopsi resmi dari kepolisian untuk mendapatkan kepastian penyebab kematian. Sanalui mengungkapkan bahwa saat pertama kali mendapat kabar kematian Winda, keluarga diberitahu bahwa penyebab meninggal adalah sakit jantung. Namun, setelah mendatangi RS Bhayangkara Medan, keluarga mendapat informasi bahwa tidak ada pasien meninggal karena sakit jantung di rumah sakit tersebut.
Ketika melihat jenazah, keluarga hanya diperbolehkan melihat tanpa mengambil foto atau menyentuh, sementara kondisi wajah korban menunjukkan lebam dan mata yang membiru.
Respons Kepolisian
Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, Kapolrestabes Medan, menyatakan bahwa autopsi telah dilakukan dan hasil sementara mendukung dugaan bunuh diri. Tim Inafis menemukan senjata api di lokasi kejadian serta residu pada jari, tangan, badan, dan baju korban yang menguatkan temuan tersebut. Laboratorium Forensik juga melakukan pemeriksaan pada Brigadir ISH yang tidak menunjukkan adanya residu di tangannya.
Polrestabes Medan menegaskan bahwa kematian Winda merupakan kasus bunuh diri dan bukan pembunuhan, berdasarkan olah tempat kejadian perkara dan hasil laboratorium forensik.
Konteks dan Dampak
Kasus ini menuai perhatian publik karena melibatkan anggota kepolisian dan terdapat perbedaan pendapat antara keluarga korban dan pihak kepolisian. Keluarga menuntut agar penyelidikan lebih mendalam dilakukan demi memastikan fakta sebenarnya dan keadilan bagi Winda Lorenza Gowasa.
Pihak kepolisian hingga kini masih menunggu hasil autopsi final dan proses penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap penyebab kematian secara tuntas.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










