Polisi Periksa HP Saepullah, Jejak Komunitas Penyuka Sesama Jenis Terkuak di Kasus Mutilasi Depok

Polisi Periksa HP Saepullah, Jejak Komunitas Penyuka Sesama Jenis Terkuak di Kasus Mutilasi Depok

Suara Pecari, Depok – Penyidikan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi (51) di Depok mengungkap fakta baru mengenai tersangka Saepullah alias Saepul (26). Polisi menemukan bahwa Saepullah tergabung dalam grup komunitas penyuka sesama jenis (gay) berdasarkan pemeriksaan telepon seluler miliknya.

Kanit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra Kartika, menjelaskan bahwa temuan tersebut diperoleh dari pemeriksaan digital telepon genggam dan konfirmasi dengan sejumlah saksi. Namun, polisi menegaskan bahwa keanggotaan Saepullah dalam komunitas tersebut belum dapat dijadikan motif utama pembunuhan.

Motif Pembunuhan dan Perencanaan

Menurut Kompol Dimitri, hasil penyidikan sementara menunjukkan bahwa pembunuhan ini direncanakan dengan tujuan menguasai harta benda korban. Saepullah diduga ingin mencuri sepeda motor dan barang berharga lainnya milik Kunaefi. Sebelum kejadian, keduanya diketahui berkenalan melalui media sosial dan bertemu di sebuah kontrakan di Cipayung, Depok, pada 23 Juli 2026.

Dalam aksi tersebut, Saepullah menusuk perut dan menggorok leher korban, kemudian memutilasi bagian pangkal paha. Jasad korban dibungkus plastik hitam dan karung, lalu dibuang di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Depok. Potongan kedua kaki korban diduga dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara dan hingga kini masih dalam pencarian petugas.

Status Hukum dan Proses Penyidikan

Saepullah telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana dengan sangkaan Pasal 459 dan atau Pasal 458 KUHP oleh penyidik Polda Metro Jaya. Polisi juga masih mencari barang bukti lain, termasuk pisau yang digunakan untuk membunuh korban serta potongan kaki korban. Selain itu, sepeda motor korban yang diduga telah dijual juga dalam pencarian aparat kepolisian.

Konteks dan Pendalaman Kasus

Meski ditemukan bukti digital terkait keanggotaan tersangka dalam komunitas gay, penyidik masih mendalami apakah hal tersebut terkait dengan motif pembunuhan. Pihak kepolisian menegaskan bahwa fokus penyidikan saat ini adalah motif pencurian dan penguasaan harta benda korban.

Kasus ini mendapat perhatian publik karena kekejaman tindakan mutilasi dan latar belakang hubungan antara pelaku dan korban yang masih terus diselidiki. Polisi berkomitmen untuk mengungkap seluruh fakta dan memastikan proses hukum berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Perkembangan terbaru akan terus dipantau oleh aparat kepolisian sampai barang bukti lengkap ditemukan dan motif pembunuhan dapat dipastikan secara menyeluruh.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *