Aceh Akan Jadi Percontohan Kebangkitan Imunisasi Nasional di Wilayah Barat

Aceh Akan Jadi Percontohan Kebangkitan Imunisasi Nasional di Wilayah Barat

Suara Pecari | Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono, mengumumkan bahwa Aceh akan menjadi lokasi awal untuk kebangkitan imunisasi nasional di bagian barat Indonesia. Dalam sebuah acara di Banda Aceh, ia menjelaskan bahwa Aceh akan dijadikan contoh dalam meningkatkan cakupan imunisasi, terutama mengingat rendahnya angka imunisasi di daerah tersebut.

Dante menambahkan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi untuk memastikan bahwa Aceh bisa menjadi model bagi daerah lain di Indonesia. “Aceh akan kita jadikan percontohan bagaimana angka imunisasi yang rendah pada saat ini. Nanti pada evaluasi kita berikutnya bisa menjadi percontohan bagi tempat-tempat lain,” ujarnya.

Rendahnya tingkat imunisasi di Aceh diharapkan dapat berubah menjadi kisah sukses yang dapat ditiru oleh provinsi lainnya. Ia juga menyebutkan bahwa rencana pemerintah daerah untuk melakukan imunisasi kepada anak-anak aparatur sipil negara menunjukkan dukungan yang kuat terhadap program imunisasi di masyarakat.

Selain itu, Dante menerima surat edaran dari seorang bupati di Aceh yang menginstruksikan khutbah Jum’at di masjid terkait pentingnya imunisasi. Ia menilai keterlibatan ulama dan masjid merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang imunisasi anak.

Ferdiyus, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menurunkan angka zero dose imunisasi. Ia menjelaskan bahwa dukungan dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh sangat penting dalam memperkuat pendekatan keagamaan untuk meningkatkan penerimaan imunisasi di masyarakat.

Ferdiyus menambahkan, semua kabupaten dan kota di Aceh memiliki organisasi keagamaan yang dapat membantu dalam sosialisasi mengenai imunisasi. Ia berharap kerja sama ini dapat menurunkan angka zero dose secara bertahap di seluruh wilayah Aceh.

Target yang ditetapkan adalah mencapai cakupan imunisasi tahunan minimal 95 persen, didukung oleh sekitar 37 ribu tenaga kesehatan yang tersebar di 366 puskesmas di provinsi tersebut. Upaya ini diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak di Aceh.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan