Program Makan Bergizi Gratis Serap 1,28 Juta Pekerja, Gerakkan Ekonomi Nasional

Program Makan Bergizi Gratis Serap 1,28 Juta Pekerja, Gerakkan Ekonomi Nasional

Suara Pecari | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan pemerintah menunjukkan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja dan perekonomian nasional. Hingga 22 Mei 2026, program ini berhasil menyerap sekitar 1,28 juta pekerja, termasuk 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Data ini disampaikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam laporan terbaru yang dirilis pada 22 Mei 2026. Badan Komunikasi Pemerintah RI menegaskan bahwa pencapaian ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Sidang Paripurna DPR RI ke-19.

Presiden Prabowo mengungkapkan, “Dari MBG saja kita sudah buka 1,2 juta lapangan kerja baru di dapur-dapur. Dan kita pastikan pasar terjamin, offtake terjamin untuk puluhan juta petani, peternak, dan nelayan kita.” Ini menunjukkan bahwa program tersebut tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memberikan jaminan pasar bagi produk pertanian dan peternakan.

Jutaan pekerja terlibat dalam MBG untuk menyiapkan makanan bergizi bagi 62,45 juta penerima manfaat, yang mencakup peserta didik, balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta santri di berbagai daerah. Keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok bahan pangan dan distribusi makanan juga turut memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi.

Sampai dengan 22 Mei 2026, terdapat 142.387 pemasok yang mendukung program ini, di mana 59.921 di antaranya berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, terdapat 13.306 pemasok dari koperasi, 690 dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan 1.410 dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Program ini menunjukkan dampak yang luas, di mana setiap SPPG memerlukan sekitar 200 kilogram beras per hari atau 4,8 ton per bulan untuk memenuhi kebutuhan 3.000 porsi makanan. Kebutuhan akan ayam dan susu juga sangat besar, dengan satu SPPG memerlukan sekitar 2.800 ekor ayam dan 450 liter susu per hari untuk menyuplai kebutuhan penerima manfaat.

Dengan berkembangnya skala pelaksanaan MBG, program ini dipandang sebagai salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi nasional. Melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekosistem usaha lokal, MBG berkontribusi nyata terhadap perbaikan kondisi ekonomi rakyat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan