Pemerintah Perkuat Pelestarian Bahasa Daerah Berbasis Komunitas Nasional
Suara Pecari | Jakarta – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa terus meningkatkan peran komunitas dan individu dalam pelestarian bahasa daerah. Program bantuan pemerintah tahun 2026 ini mendukung komunitas dan pegiat bahasa daerah untuk mengembangkan program pelestarian bahasa berbasis masyarakat.
Salah satu contoh yang sukses adalah Rustani Simanjuntak, yang menggunakan bantuan pemerintah untuk mengembangkan pembelajaran dan promosi Aksara Batak. Ia menyiapkan alat peraga dan buku pembelajaran aksara tradisional, serta mengembangkan tutorial belajar aksara Batak bagi generasi muda.
Komunitas Yayasan Tribuno Svastha Harena juga mengembangkan literasi digital bahasa daerah. Program mereka menyasar generasi muda melalui ruang digital kreatif, dengan kegiatan pelatihan konten budaya lokal dan dokumentasi bahasa daerah.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengatakan bahwa bantuan pemerintah ini bertujuan untuk mendukung penggerak pelestarian bahasa daerah dan menghormati maestro yang menjaga sastra daerah.
Ia juga menambahkan bahwa bahasa daerah harus tetap relevan dan hidup di tengah ekosistem digital modern. Oleh karena itu, generasi muda perlu diajak untuk melihat bahasa daerah sebagai identitas nasional yang relevan dengan kehidupan mereka saat ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












