Hutan Sumatra Jadi Prioritas: Rp236 Miliar Digelontorkan untuk Proyek LEVERAGE
Suara Pecari | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menggelontorkan dana sebesar Rp236 miliar untuk menjadikan Pulau Sumatra sebagai prioritas utama dalam penyelamatan hutan dan satwa liar. Program ini merupakan bagian dari proyek LEVERAGE yang didukung oleh United Nations Development Programme (UNDP). Dengan nilai pendanaan mencapai US$14,4 juta atau sekitar Rp236 miliar, proyek ini akan berlangsung selama enam tahun dan fokus pada penguatan sistem pengawasan serta penegakan hukum berbasis data.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kemenhut, Dwi Januanto Nugroho, menjelaskan bahwa Sumatra dipilih karena memiliki nilai konservasi tinggi namun juga tingkat kerawanan yang besar terhadap berbagai gangguan lingkungan. “Kita mengembangkan tiga hal, yaitu peta kerawanan, peta gangguan, dan peta penanganan. Ini yang harus kita kembangkan dalam tata kelola kehutanan,” ujarnya dalam acara peluncuran proyek LEVERAGE di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, yang membuka langsung peluncuran proyek LEVERAGE, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengubah perilaku terhadap pemanfaatan satwa liar. “Proyek Leverage harus menjadi bagian dari upaya besar memperkuat konservasi dan perlindungan habitat satwa liar. Partisipasi masyarakat juga penting untuk mengubah perilaku terhadap pemanfaatan satwa liar dan menekan permintaan terhadap satwa liar ilegal,” katanya.
Proyek ini juga sejalan dengan target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 yang tidak hanya fokus pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga penurunan laju deforestasi dan degradasi hutan, penguatan pengelolaan hutan lestari, serta pemulihan ekosistem. Selain itu, proyek LEVERAGE diharapkan berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait ekosistem daratan, aksi iklim, kelembagaan yang kuat, dan penegakan hukum.
Meskipun Sumatra menjadi lokasi percontohan, pemerintah menegaskan bahwa hasil pembelajaran dari proyek ini akan direplikasi ke wilayah lain di Indonesia. Dengan pendekatan yang terintegrasi, model perlindungan hutan dan satwa liar yang dibangun di Sumatra diharapkan dapat menjadi acuan nasional. Evaluasi pola penanganan kasus perburuan dan kejahatan terhadap satwa liar juga akan dilakukan secara berkala mengingat modus operandi pelaku yang terus berkembang.
Dengan digelontorkannya dana Rp236 miliar untuk Sumatra sebagai prioritas penyelamatan hutan, langkah ini menjadi momentum penting dalam upaya konservasi nasional. Proyek LEVERAGE tidak hanya bertujuan melindungi hutan dan satwa liar, tetapi juga memperkuat tata kelola kehutanan yang lebih baik. Kolaborasi antara pemerintah, UNDP, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan perubahan signifikan dalam menjaga kelestarian alam Indonesia.
Melalui proyek ini, pemerintah optimis dapat menekan angka perburuan liar dan kerusakan hutan di Sumatra. Dengan pendanaan sebesar Rp236 miliar yang digelontorkan untuk Sumatra sebagai prioritas penyelamatan hutan, diharapkan program ini dapat menjadi model sukses yang kemudian diterapkan di wilayah lain. Partisipasi aktif masyarakat dan penegakan hukum yang tegas menjadi kunci keberhasilan proyek ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












