Ruben Onsu Makin Mantap Rebut Hak Asuh Anak, Kuasa Hukum Beberkan Keberatan soal Live Putrinya yang Singgung Polemik Keluarga
Suara Pecari | Jakarta – Perseteruan antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali memanas. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, membeberkan keberatan Ruben Onsu soal live putrinya yang singgung polemik keluarga. Menurut Minola, Ruben merasa khawatir dengan perubahan perilaku anak-anaknya, terutama setelah putri mereka melakukan siaran langsung di TikTok yang membacakan komentar warganet yang tidak terkontrol. Situasi itu dinilai dapat berdampak negatif pada tumbuh kembang anak.
Kuasa hukum beberkan keberatan Ruben Onsu soal live putrinya yang singgung polemik keluarga menjadi salah satu pemicu Ruben semakin mantap memperjuangkan hak asuh anak. Minola menjelaskan bahwa pembicaraan mengenai hak asuh sebenarnya sudah berlangsung sebelum polemik ini meluas ke publik. “Sebelum ada situasi yang semakin membesar seperti ini, sudah masuk ke area pembicaraan mengenai hak asuh,” kata Minola kepada wartawan.
Ruben disebut melihat sejumlah perubahan pada putrinya yang membuatnya khawatir. Salah satu yang menjadi sorotan adalah saat putrinya melakukan siaran langsung di TikTok sambil membacakan berbagai komentar dari warganet. Minola menegaskan, “Hari ini jadi semakin kuat keyakinan itu.” Kuasa hukum beberkan keberatan Ruben Onsu soal live putrinya yang singgung polemik keluarga juga dikaitkan dengan keputusan Ruben menghentikan pembayaran nafkah anak yang disebut mencapai Rp240 juta per bulan.
Minola mengungkapkan bahwa penghentian nafkah bukan dilakukan secara tiba-tiba. Ruben menilai perlu ada kejelasan terkait penggunaan dana yang selama ini ia keluarkan. “Dari Rp243 juta ini, ada yang memang menurut kami sesuatu hal yang wajar. Misalnya uang sekolah, ini masih wajar. Anak tiga, artinya masing-masing anak itu juga ada allowance-nya,” ujar Minola. Namun, ia juga menyebutkan adanya biaya lain seperti gaji pengasuh, laundry, dan sopir yang dinilai bukan murni kebutuhan anak. “Jadi sebenarnya yang ditanggung oleh Ruben selama ini bukan semata-mata uang nafkah anak,” katanya.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turut menyoroti polemik ini. KPAI menilai bahwa kepentingan anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap langkah hukum yang diambil. Sementara itu, Ruben masih mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan, meskipun opsi mengajukan hak asuh ke pengadilan mulai dipertimbangkan. Minola menambahkan, “Ruben juga sudah berdiskusi dengan kita apakah ada upaya yang bisa dilakukan. Ya tentu upayanya adalah memperjuangkan hak asuh itu.” Kuasa hukum beberkan keberatan Ruben Onsu soal live putrinya yang singgung polemik keluarga menjadi sorotan publik dan diharapkan dapat membawa solusi terbaik bagi anak-anak.
Perseteruan Ruben dan Sarwendah bermula dari persoalan hak bertemu anak pasca perceraian pada September 2024. Ruben merasa kesepakatan yang telah dibuat tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ia seharusnya mendapat kesempatan bertemu anak tiga kali seminggu, namun belakangan mengalami kesulitan. Meskipun demikian, Ruben belum mengambil langkah hukum dalam waktu dekat. Ia masih menunggu momentum yang tepat dan berharap ada itikad baik dari Sarwendah.
Dalam perkembangan terakhir, KPAI mengingatkan agar kedua orang tua tidak menjadikan anak sebagai alat konflik. Perlindungan anak harus diutamakan. Polemik ini menjadi pelajaran bagi publik tentang pentingnya komunikasi dan kedewasaan dalam menyelesaikan masalah rumah tangga, terutama yang melibatkan anak.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












