Anggota Komisi VI DPR Minta Pemerintah Evaluasi Desain Koperasi Desa Merah Putih

Anggota Komisi VI DPR Minta Pemerintah Evaluasi Desain Koperasi Desa Merah Putih

**Suara Pecari, Jakarta** – Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto meminta pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh desain program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menyusul perubahan konsep yang cukup mendasar sejak program diperkenalkan kepada publik. Menurut Darmadi, perubahan ini bukan sekadar pergantian istilah, melainkan menyangkut perubahan fungsi, model bisnis, hingga arah kebijakan program.

Awalnya, Kopdes Merah Putih diproyeksikan sebagai koperasi yang berfungsi layaknya minimarket atau ritel desa, yakni menyediakan kebutuhan pokok masyarakat sekaligus menjadi wadah pemasaran produk UMKM. Namun, dalam perkembangannya, pemerintah menyampaikan fungsi baru Kopdes sebagai infrastruktur penyaluran barang bersubsidi sekaligus off-taker yang menyerap hasil produksi pertanian masyarakat.

Perubahan Konsep dan Evaluasi Desain

Darmadi menilai perubahan tersebut menunjukkan bahwa desain awal program masih memerlukan penyempurnaan sebelum diterapkan secara luas. Ia mempertanyakan mengapa pemerintah harus membentuk 80 ribu koperasi—satu di setiap desa—jika konsepnya berubah drastis.

“Kalau memang konsepnya berubah sejauh itu, saya justru punya pertanyaan. Kenapa sejak awal harus dibentuk 80 ribu koperasi? Kenapa harus satu di setiap desa? Bukankah infrastruktur ekonomi seharusnya dibangun berdasarkan potensi ekonomi, sentra produksi, jumlah penduduk, akses pasar, dan efisiensi logistik, bukan semata-mata berdasarkan batas administrasi,” ujar Darmadi di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menegaskan bahwa yang berubah bukan hanya istilah, melainkan fungsi, model bisnis, dan arah kebijakan. Ia mendesak pemerintah memberikan penjelasan komprehensif mengenai alasan perubahan konsep tersebut agar tidak menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat dan pengelola koperasi di daerah.

Harapan Evaluasi Berkelanjutan

Darmadi berharap evaluasi dilakukan agar implementasi program benar-benar mampu memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program berskala nasional seperti Kopdes Merah Putih, menurutnya, harus dibangun melalui perencanaan matang sehingga memiliki arah yang jelas sejak awal pelaksanaan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *