Tegar di Tengah Duka, Cak Imin Rampungkan Amanah Haji untuk Istri

Tegar di Tengah Duka, Cak Imin Rampungkan Amanah Haji untuk Istri

Suara Pecari | Malang, Jawa Timur — Tegar di tengah duka, Cak Imin rampungkan amanah haji untuk istri tercinta. Kisah mengharukan datang dari salah satu petugas haji 2026 yang bertugas di Media Center Haji Daerah Kerja Bandara, Muhaimin. Sang istri, Maf’ula, meninggal dunia pada Rabu (10/6) pagi karena sakit. Namun, karena tengah mengemban amanah negara di Tanah Suci, Cak Imin tak bisa pulang untuk mengiringi kepergian sang istri ke peristirahatan terakhir di Malang, Jawa Timur.

Sebagai bentuk penghormatan dan empati, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, beserta jajaran pimpinan Kementerian Haji dan Umrah bertakziah langsung ke rumah duka pada Jumat (12/6). Kunjungan ini menjadi dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan. Di sela-sela takziah, Dahnil melakukan video call dengan Cak Imin yang tengah beristirahat di Hotel Diwan Al Aseel, Jeddah.

“Kehadiran Pak Wamen beserta para pimpinan Kemenhaj ini menjadi penghibur bagi kami. Ini menjadi kekuatan tersendiri bagi kami, anak kami, keluarga kami. Mudah-mudahan ini menjadi penguat bagi kami,” ungkap Cak Imin dengan suara bergetar namun tegar. Bagi Cak Imin, keikhlasan mendiang istrinya melepas sang suami bertugas ke Tanah Suci adalah wujud nyata pengorbanan keluarga.

Dalam perbincangan tersebut, Dahnil menanyakan apakah Cak Imin sudah melakukan badal umrah untuk almarhumah istrinya. Dengan tegar, Cak Imin menceritakan momen spiritual yang dialaminya. Pada Rabu pagi waktu Arab Saudi, ia meminta izin pimpinannya untuk pergi ke Masjidil Haram. Niat awalnya adalah berdoa untuk kesembuhan sang istri di depan Ka’bah. Namun, saat dalam perjalanan, ia mendapat kabar bahwa istrinya telah tiada. Meski demikian, Cak Imin tetap melanjutkan perjalanan dan melaksanakan umrah untuk mendoakan sang istri, sekaligus membadalkan ibadah umrah untuknya.

Cak Imin mengaku bahwa momen tersebut menjadi penguat baginya untuk tetap tegar di tengah duka. “Saya yakin istri saya ikhlas. Saya akan rampungkan amanah haji ini untuknya,” ujarnya. Tegar di tengah duka, Cak Imin rampungkan amanah haji untuk istri dengan penuh keikhlasan. Ia bertekad menyelesaikan tugasnya sebagai petugas haji hingga akhir masa operasional.

Kisah ini menjadi inspirasi banyak orang. Dedikasi Cak Imin dalam menjalankan tugas negara meski harus berpisah dengan istri tercinta menunjukkan ketegaran luar biasa. Tegar di tengah duka, Cak Imin rampungkan amanah haji untuk istri menjadi bukti bahwa cinta dan pengabdian bisa berjalan beriringan. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Perhatian dari Kementerian Haji dan Umrah juga menjadi penghibur bagi keluarga. Dahnil menyampaikan belasungkawa dan mengapresiasi pengorbanan Cak Imin. “Kami bangga memiliki petugas seperti Cak Imin. Semoga diberikan kekuatan,” katanya.

Dengan selesainya tugas haji, Cak Imin berencana segera pulang ke tanah air untuk berkumpul dengan keluarga. Namun, kenangan akan pengorbanan istrinya akan selalu dikenang. Tegar di tengah duka, Cak Imin rampungkan amanah haji untuk istri menjadi pelajaran berharga tentang kesetiaan dan keikhlasan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan