Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi per September 2026, Sementara Penumpang Lion Air Gagalkan Penyelundupan 2,6 Kg Ganja di Sentani
Suara Pecari, Mulai 1 September 2026, Garuda Indonesia resmi mengubah sistem bagasi gratis dari berbasis berat menjadi berbasis jumlah koper (piece concept). Kebijakan ini berlaku untuk seluruh tiket yang dibeli atau diterbitkan setelah tanggal tersebut. Dengan sistem baru, penumpang tidak lagi dihitung berdasarkan total berat bagasi, melainkan jumlah koper dengan batas maksimum per koper. Informasi mengenai jatah bagasi akan tercantum jelas di tiket, sehingga penumpang dapat mempersiapkan bawaan sejak sebelum keberangkatan. Sementara itu, penumpang yang sudah memiliki tiket sebelum 1 September 2026 tetap mengikuti ketentuan lama, meskipun penerbangannya setelah tanggal tersebut.
Di sisi lain, keamanan bagasi menjadi sorotan setelah petugas Aviation Security Bandara Sentani, Papua, menggagalkan upaya penyelundupan ganja kering seberat 2,6 kilogram pada Senin (13/7/2026). Seorang calon penumpang Lion Air berinisial RGNS (23) kedapatan menyembunyikan 18 bungkus ganja ukuran sedang dan satu paket besar di dalam tas ransel hitam dan koper merah. Barang haram tersebut rencananya akan dibawa dari Jayapura menuju Sorong, Papua Barat Daya. Berawal dari kecurigaan petugas saat pemeriksaan X-Ray di area Pre-Screening Check Point, ditemukan anomali citra organik. Setelah dilakukan pemeriksaan manual, barang bukti berhasil diamankan bersama pelaku yang kini ditangani pihak kepolisian.
Sementara itu, maskapai TransNusa membuka rute penerbangan langsung Denpasar–Phuket mulai 9 September 2026. Rute ini diharapkan memperkuat konektivitas pariwisata antara Bali dan Thailand. TransNusa akan melayani rute tersebut empat kali seminggu, yaitu setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Langkah ini merupakan bagian dari ekspansi jaringan internasional TransNusa yang sebelumnya telah membuka rute Jakarta–Bangkok.
Di Makassar, tujuh orang remaja ditangkap polisi karena merusak sepeda motor dan mencuri uang Rp3,5 juta dari bagasi motor milik seorang mahasiswa. Peristiwa bermula ketika korban diteriaki begal oleh sekelompok perempuan, sehingga ia melarikan diri. Para pelaku kemudian membuka sadel motor dan mengambil uang yang tersimpan di bagasi. Polisi berhasil mengamankan para pelaku dan sebagian uang hasil curian.
Perubahan aturan bagasi Garuda Indonesia memberikan kemudahan bagi penumpang, namun insiden penyelundupan di Sentani mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap isi bagasi. Sementara itu, pembukaan rute baru TransNusa dan penanganan kasus kriminal di Makassar menunjukkan dinamika dunia penerbangan dan keamanan yang terus berkembang. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi ketentuan bagasi dan melaporkan aktivitas mencurigakan demi keselamatan bersama.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









