TNI Gotongroyong Renovasi Pustu Desa Panyepen Sampang

TNI Gotongroyong Renovasi Pustu Desa Panyepen Sampang

Semangat Gotong Royong TNI dan Warga Renovasi Pustu Desa Panyepen

Suara Pecari, Sampang – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 kembali menunjukkan sinergi kuat antara prajurit dan masyarakat. Di Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, renovasi Puskesmas Pembantu (Pustu) menjadi salah satu sasaran fisik yang dikerjakan dengan penuh semangat gotong royong. Pada Kamis, 16 Juli 2026, pekerjaan memasuki tahap plester dinding, melibatkan personel Satgas TMMD dan warga setempat secara bersama-sama.

Latar Belakang Renovasi Pustu

Pustu Desa Panyepen merupakan fasilitas kesehatan primer yang melayani ratusan kepala keluarga di wilayah terpencil. Sebelum renovasi, kondisi bangunan sudah tidak layak: dinding retak, lantai rusak, dan atap bocor. Hal ini menghambat pelayanan kesehatan dasar seperti imunisasi, pemeriksaan ibu hamil, dan pengobatan umum. Pemerintah daerah mengusulkan renovasi Pustu dalam program TMMD ke-129 yang fokus pada pembangunan infrastruktur pedesaan. Program ini tidak hanya membangun fisik, tetapi juga memperkuat hubungan TNI dan rakyat.

Gotong Royong di Lokasi

Di bawah koordinasi Pelda Wardianto, personel Satgas TMMD bersama warga bahu-membahu menyelesaikan plester dinding. Pekerjaan dimulai pukul 07.00 WIB dengan pembagian tugas: sebagian mengaduk semen, sebagian memasang adukan, dan lainnya merapikan permukaan. Antusiasme warga terlihat dari kehadiran lebih dari 30 orang, termasuk ibu-ibu yang menyediakan makanan dan minuman untuk para pekerja. Pelda Wardianto menegaskan bahwa keterlibatan aktif warga menjadi bukti bahwa program TMMD bukan sekadar membangun sarana fisik, tetapi juga memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. ‘Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi motivasi bagi kami untuk menyelesaikan pekerjaan dengan hasil maksimal. Kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan utama TMMD,’ ujarnya.

Tidak hanya plester dinding, renovasi mencakup perbaikan total bangunan. Berikut adalah rincian sasaran fisik renovasi Pustu:

Tahapan PekerjaanTargetKeterangan
Pembersihan lahanHari 1-2Sudah selesai
Pengecoran lantaiHari 3-5Sudah selesai
Plester dindingHari 6-8Sedang berlangsung (16 Juli 2026)
Pengecatan dan finishingHari 9-12Rencana

Kronologi Pekerjaan

Renovasi Pustu Desa Panyepen dimulai pada awal Juli 2026. Berikut kronologi singkatnya:

  • 1 Juli 2026: Serah terima lokasi pekerjaan dari pemerintah desa kepada Satgas TMMD.
  • 3-5 Juli 2026: Pembersihan lahan dan pembongkaran bagian bangunan yang rusak.
  • 7-10 Juli 2026: Pengecoran lantai dan perbaikan fondasi.
  • 11-15 Juli 2026: Pemasangan bata dan persiapan plester.
  • 16 Juli 2026: Tahap plester dinding melibatkan gotong royong.
  • 17-20 Juli 2026: Direncanakan pengecatan dan pemasangan instalasi listrik.
  • 21 Juli 2026: Target penyelesaian dan peresmian.

Dampak bagi Masyarakat

Renovasi Pustu diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan bagi warga Desa Panyepen dan sekitarnya. Beberapa manfaat utama meliputi:

  • Peningkatan akses kesehatan: Fasilitas yang layak akan mendorong warga untuk memeriksakan kesehatan secara rutin.
  • Pelayanan ibu dan anak: Pustu yang baik memungkinkan pelayanan imunisasi, KB, dan pemeriksaan kehamilan lebih optimal.
  • Pengendalian penyakit: Dengan fasilitas memadai, penanganan penyakit menular seperti DBD dan ISPA dapat lebih cepat.
  • Pemberdayaan ekonomi: Warga yang sehat dapat lebih produktif dalam bekerja dan bertani.
  • Penguatan gotong royong: Proyek ini mempererat hubungan TNI dan warga, menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum.

Kepala Desa Panyepen, Bapak Supriyanto, menyampaikan apresiasi atas kerja keras TNI dan warga. ‘Kami sangat terbantu. Dulu Pustu ini hampir tidak bisa digunakan, sekarang menjadi lebih baik. Semoga ke depannya pelayanan kesehatan di desa kami semakin meningkat,’ katanya.

Harapan ke Depan

Setelah renovasi selesai, Pustu Desa Panyepen akan dioperasikan kembali oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Jrengik. Direncanakan, jam buka akan diperpanjang dan ditambah tenaga bidan desa. Program TMMD ke-129 juga mencakup sasaran non-fisik seperti penyuluhan kesehatan dan kebersihan lingkungan. Diharapkan, sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dapat terus berlanjut untuk pembangunan desa yang berkelanjutan.

Renovasi Pustu ini merupakan contoh nyata bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dengan semangat gotong royong, TNI dan rakyat bersatu mewujudkan fasilitas kesehatan yang layak. Plester dinding yang dioleskan hari ini bukan hanya menutup retakan, tetapi juga merekatkan kembali ikatan sosial yang menjadi fondasi bangsa. Di Desa Panyepen, dinding yang kokoh akan berdiri sebagai saksi bahwa kebersamaan adalah kunci kemajuan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *