Babinsa Mandau Perkuat Nilai Pancasila di Kampung Pancasila

Babinsa Mandau Perkuat Nilai Pancasila di Kampung Pancasila

Suara Pecari, Bengkalis – Dalam upaya memperkuat ideologi negara di tengah masyarakat, Babinsa Koramil 03/Mandau menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di Jalan Damai, Kelurahan Gajah Sakti, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kampung Pancasila ini menyasar warga setempat dengan fokus pada pembinaan wawasan kebangsaan dan penyuluhan nilai-nilai Pancasila.

Program Kampung Pancasila sendiri merupakan inisiatif strategis TNI Angkatan Darat untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dan toleransi di lingkungan masyarakat. Di Kelurahan Gajah Sakti, kawasan ini telah ditetapkan sebagai percontohan Kampung Pancasila sejak awal 2025. Melalui pendekatan kultural dan partisipatif, TNI bersama warga terus merawat nilai-nilai luhur bangsa agar tetap relevan di tengah derasnya arus globalisasi dan polarisasi sosial.

Materi Pembinaan: Dari Wawasan Kebangsaan hingga Lagu Garuda Pancasila

Babinsa Serda Zulkarnaen, yang mewakili Danramil 03/Mandau, menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, bukan hanya aparat keamanan. “Kami tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga mengajak warga untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam keseharian,” ujarnya.

Selain penyuluhan, kegiatan ini juga diisi dengan sesi interaktif dan nyanyian bersama lagu “Garuda Pancasila”. Lagu yang sarat makna patriotisme ini dinyanyikan dengan penuh semangat oleh puluhan warga yang hadir. Serda Zulkarnaen menambahkan, “Pemahaman terhadap butir-butir Pancasila yang tertuang untuk mengedepankan kampung Pancasila harus diwujudkan melalui aksi nyata, seperti gotong royong dan saling menghormati.”

Peran Babinsa dalam Menguatkan Ideologi Pancasila

TNI, khususnya Babinsa, memiliki tugas pokok pembinaan teritorial yang salah satunya adalah menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Di era digital yang rentan terhadap disinformasi dan radikalisme, pendekatan Babinsa menjadi krusial. Dengan menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, Babinsa mampu menyampaikan pesan-pesan kebangsaan secara humanis dan kontekstual.

Data dari Kodim 0303/Bengkalis menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2026, telah dilaksanakan setidaknya 45 kegiatan Komsos serupa di berbagai Kelurahan di Kecamatan Mandau. Berikut adalah rincian kegiatan tersebut dalam tiga bulan terakhir:

BulanJumlah KegiatanLokasiJumlah Peserta
Mei 20265Kel. Gajah Sakti, Kel. Batang Serosa350
Juni 20267Kel. Air Jamban, Kel. Pematang Pudu510
Juli 20266Kel. Gajah Sakti, Kel. Talang Mandi420

Peningkatan jumlah peserta menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap program ini. Warga tidak hanya hadir, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi mengenai implementasi Pancasila di lingkungan mereka.

Nilai-Nilai Pancasila yang Ditanamkan

Dalam setiap kegiatan, Babinsa menyoroti lima sila Pancasila, namun dengan penekanan pada sila ketiga (Persatuan Indonesia) dan sila kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia). Berikut adalah poin-poin utama yang disampaikan:

  • Gotong royong sebagai wujud sila kelima – Warga diajak untuk kembali membudayakan kerja bakti membersihkan lingkungan dan membantu sesama.
  • Toleransi beragama sebagai cerminan sila pertama – Di Mandau yang plural, penting untuk saling menghormati tempat ibadah dan tradisi keagamaan.
  • Kepedulian terhadap keamanan lingkungan sebagai bentuk sila ketiga – Melalui sistem ronda malam dan pos kamling yang diaktifkan kembali.
  • Anti-radikalisme – Warga diedukasi untuk tidak mudah terprovokasi oleh paham yang bertentangan dengan Pancasila.

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Pemerintah

Kegiatan semacam ini bukan sekadar seremoni, melainkan memiliki dampak nyata. Menurut pengakuan beberapa warga, sejak adanya Kampung Pancasila, tingkat partisipasi dalam kegiatan sosial meningkat sekitar 40% dibandingkan tahun sebelumnya. “Dulu saya jarang ikut kerja bakti. Sekarang setiap Minggu saya dan tetangga kompak bersih-bersih drainase,” ujar Siti, salah satu warga Kelurahan Gajah Sakti.

Dari sisi pemerintah daerah, program ini sejalan dengan program Pembangunan Keluarga dan Pemberdayaan Masyarakat (PKPM) yang digagas Bupati Bengkalis. Kepala Kelurahan Gajah Sakti, Ahmad Yani, menyambut baik sinergi TNI dengan warga. “Ini membantu kami dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Semoga Kampung Pancasila bisa menjadi model bagi kelurahan lain,” katanya.

Namun, tantangan tetap ada. Masih terdapat sebagian warga yang apatis atau belum sepenuhnya memahami esensi Pancasila. Oleh karena itu, Babinsa berencana mengadakan pertemuan rutin setiap pekan untuk memastikan pesan kebangsaan terus mengakar. Selain itu, media sosial juga dimanfaatkan sebagai sarana kampanye nilai-nilai Pancasila, mengingat generasi muda lebih akrab dengan platform digital.

Kronologi Kegiatan di Kampung Pancasila

Berikut adalah rangkaian acara yang berlangsung pada 24 Juli 2026:

  1. Pukul 08.00 WIB – Pembukaan oleh Ketua RT setempat, dilanjutkan sambutan dari Babinsa Serda Zulkarnaen.
  2. Pukul 08.30 WIB – Penyuluhan wawasan kebangsaan: sejarah Pancasila, butir-butir sila, dan relevansinya di masa kini.
  3. Pukul 09.15 WIB – Sesi tanya jawab interaktif. Warga bertanya mengenai cara menangkal berita hoaks yang memecah belah.
  4. Pukul 09.45 WIB – Menyanyikan lagu “Garuda Pancasila” secara bersama-sama, dipandu oleh Babinsa.
  5. Pukul 10.15 WIB – Penutupan dan foto bersama. Warga kemudian bergotong royong membersihkan selokan di sekitar lokasi kegiatan.

Suasana penuh keakraban mewarnai seluruh rangkaian. Tidak ada sekat antara aparat dan warga, semua larut dalam semangat kebersamaan.

Di akhir kegiatan, Serda Zulkarnaen menegaskan bahwa TNI akan terus mendampingi masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga pembangunan karakter bangsa. “Pancasila adalah harga mati. Kami akan terus menyemai nilai-nilainya, agar Indonesia tetap bersatu dan berdaulat,” pungkasnya.

Gerakan merawat Pancasila dari tingkat kampung ini menjadi bukti bahwa ideologi bangsa bukan sekadar hafalan, melainkan praktik hidup. Kampung Pancasila di Mandau mungkin hanya satu titik kecil di peta Nusantara, tetapi dampaknya diharapkan meluas, menginspirasi daerah lain untuk menempuh jalan serupa. Sebab, di tengah gempuran perubahan zaman, fondasi yang kuat adalah kunci kelangsungan bangsa.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *