Menko Pangan Zulkifli Hasan Minta Maaf dan Targetkan Perbaikan Program MBG dalam 2 Bulan
Suara Pecari – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan permohonan maaf atas gejolak yang terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama lebih dari satu tahun terakhir. Pemerintah berkomitmen melakukan evaluasi dan pembenahan menyeluruh dalam waktu dua bulan ke depan agar program tersebut dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Program MBG yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto ini mengalami sejumlah kendala dan kejanggalan yang telah diidentifikasi oleh berbagai kementerian. Untuk itu, pemerintah melakukan refocusing pelaksanaan program dengan fokus utama pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan Maluku. Penyelesaian pelaksanaan MBG di wilayah 3T ditargetkan rampung dalam satu bulan.
Fokus Perbaikan dan Target Pemerintah
Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, juga mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan penyaluran MBG bagi hampir 11 juta penerima manfaat yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dapat diselesaikan dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan. Selain itu, pemerintah akan menambah 13.000 titik pelayanan MBG baru, khususnya di luar Pulau Jawa, sebagai bagian dari perluasan akses layanan gizi.
Selain penambahan titik baru, pemerintah juga menaruh perhatian pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pelaksana program MBG. Terdapat sekitar 7.000 sampai 8.000 SPPG yang belum memenuhi persyaratan kesehatan, khususnya belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Pemerintah memberikan batas waktu hingga dua bulan untuk melengkapi sertifikasi tersebut, dengan ancaman penghentian layanan bagi yang tidak memenuhi ketentuan.
Anggaran dan Evaluasi Program
Pemerintah menyiapkan anggaran sementara sebesar Rp240 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 untuk mendukung program MBG. Anggaran tersebut dapat berubah setelah proses evaluasi dan refocusing selesai dilakukan. Zulhas menyatakan bahwa pemerintah sedang melakukan koordinasi intensif untuk memastikan dana tersebut digunakan secara tepat guna dan program MBG dapat mencapai target penerima manfaat yang diperkirakan hampir 70 juta orang.
Penunjukan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, yang dikenal terbuka dan cerdas, juga menjadi bagian dari langkah pembenahan untuk memperbaiki pelaksanaan program MBG. Dengan kepemimpinan baru ini, pemerintah optimistis program MBG akan semakin baik sesuai harapan masyarakat dalam satu hingga dua bulan mendatang.
Konteks dan Pentingnya Program MBG
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Fokus pada wilayah 3T sangat penting mengingat keterbatasan akses dan kondisi sosial ekonomi di daerah tersebut yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan gizi.
Perbaikan dan evaluasi menyeluruh yang dilakukan pemerintah diharapkan dapat mengatasi masalah yang selama ini mengganggu pelaksanaan MBG dan memastikan program ini memberikan manfaat optimal sesuai tujuan awal. Dukungan masyarakat dan koordinasi antar kementerian menjadi kunci keberhasilan dalam proses pembenahan ini.
Zulkifli Hasan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bekerja keras dan meminta dukungan semua pihak agar program MBG dapat berjalan lebih baik dan tepat sasaran sehingga dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










