AHY Pastikan Pemerintah Tak Biarkan NTT Terisolasi Usai Dihantam Gempa

AHY Pastikan Pemerintah Tak Biarkan NTT Terisolasi Usai Dihantam Gempa

Suara Pecari, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memastikan pemerintah tidak akan membiarkan wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) terisolasi setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang daerah tersebut.

Data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.969 rumah rusak tersebar di enam kabupaten di NTT. Korban jiwa yang dilaporkan mencapai 68 orang meninggal dunia dan 213 orang mengalami luka-luka. Pemerintah menetapkan tiga prioritas utama untuk penanganan dampak gempa tersebut.

Prioritas Pemerintah dalam Penanganan Gempa NTT

  • Menjaga konektivitas antarwilayah: Pemerintah fokus memastikan tidak ada daerah yang terisolasi akibat gempa atau longsor, agar proses evakuasi dan bantuan dapat berjalan lancar.
  • Mendukung evakuasi dan pemulihan infrastruktur dasar: Infrastruktur seperti jalan, fasilitas air bersih, serta fasilitas kesehatan menjadi perhatian utama agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi kembali.
  • Memulihkan fasilitas pendukung seperti air dan listrik: Pemulihan operasional fasilitas dasar ini menjadi kunci untuk memastikan kehidupan masyarakat kembali normal.

Data Korban dan Penanganan Medis

Berdasarkan informasi dari BNPB, korban meninggal terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 26 jiwa, diikuti oleh Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 24 jiwa, Kabupaten Nagakeo 8 jiwa, Kabupaten Sikka 4 jiwa, Kabupaten Ende 2 jiwa, serta Kabupaten Manggarai Barat dan Ngada masing-masing 2 jiwa. Angka ini masih bisa bertambah seiring pendataan yang terus dilakukan.

BNPB telah mengirimkan dua rumah sakit lapangan ke Manggarai dan Nagakeo untuk membantu pelayanan medis. Kementerian Kesehatan juga menempatkan tim manajemen krisis di Sikka dan Ende untuk mempercepat penanganan fasilitas kesehatan yang terdampak gempa.

Upaya Pemulihan Infrastruktur

Pemerintah terus melakukan pendataan kerusakan infrastruktur, mulai dari ruas jalan yang rusak atau terputus hingga fasilitas air bersih yang terdampak. Pendataan ini bertujuan agar proses pemulihan dapat dilakukan secara efektif dan tepat sasaran.

AHY menegaskan bahwa pemulihan dan bantuan akan difokuskan untuk memastikan masyarakat di NTT bisa kembali menjalani kehidupan normal secepat mungkin tanpa mengalami isolasi akibat dampak gempa.

Gempa ini memberikan tekanan besar terhadap kondisi sosial dan infrastruktur di NTT. Oleh karena itu, penanganan yang cepat dan terkoordinasi menjadi hal penting agar dampak bencana dapat diminimalisir dan pemulihan dapat berjalan optimal.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *