KRI Gajah Mada Segera Tiba, Indonesia Bersiap Operasikan Kapal Induk Pertama dengan Transfer Teknologi
Suara Pecari, Jakarta – Indonesia akan segera mengoperasikan kapal induk pertamanya, KRI Gajah Mada, yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi. Kapal ini dijadwalkan tiba di Indonesia pada pertengahan September 2026 dan akan menjalani proses serah terima resmi di Jakarta sebelum berlabuh di pangkalan khusus di Lampung.
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia memastikan bahwa setelah kapal tiba di Indonesia, serah terima hibah akan dilakukan melalui penandatanganan dokumen resmi sebagai bagian dari proses penerimaan kapal induk tersebut. Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa prosesi ini akan menjadi momen penting dalam penguatan kemampuan maritim Indonesia.
Manfaat dan Transfer Teknologi
Kehadiran KRI Gajah Mada diharapkan tidak hanya meningkatkan kekuatan militer Indonesia, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi pengembangan industri pertahanan dan sumber daya manusia nasional. Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, menekankan pentingnya transfer teknologi dari Italia kepada pelaut dan engineer Indonesia agar pengetahuan dan keterampilan mereka meningkat secara langsung selama proses pengoperasian kapal induk.
Perbandingan dengan Kapal Induk Regional
KRI Gajah Mada akan menjadi kapal induk fungsional pertama di Asia Tenggara yang benar-benar mampu mengoperasikan pesawat tempur. Sebelumnya, Thailand memiliki kapal induk HTMS Chakri Naruebet, namun saat ini kapal tersebut hanya berfungsi sebagai pengangkut helikopter tanpa kemampuan membawa jet tempur.
| Spesifikasi | HTMS Chakri Naruebet (Thailand) | ITS Giuseppe Garibaldi / KRI Gajah Mada (Indonesia) |
|---|---|---|
| Bobot | 11.500 ton | 13.800 ton |
| Panjang | 182 meter | 180 meter |
| Kecepatan Maksimum | 25 knot | 30 knot |
| Kapasitas Personel | 450 orang | 550 orang |
| Kapasitas Penerbangan | Helikopter, jet tempur sudah dipensiunkan | 16 pesawat tempur STOVL, helikopter, drone |
| Sistem Pertahanan | Didukung kapal pengawal | Pertahanan udara mandiri berlapis dengan rudal Aspide, meriam Oto Melara 40 mm, radar NATO, sistem anti-kapal selam |
Persiapan dan Infrastruktur
Pangkalan kapal induk di Lampung sedang dalam tahap penyelesaian dan diperkirakan sudah siap berfungsi sepenuhnya pada akhir September 2026, bersamaan dengan kedatangan KRI Gajah Mada. Kepala Dinas Penerangan TNI AL memastikan progres pembangunan infrastruktur ini berjalan dengan baik untuk mendukung operasional kapal induk tersebut.
Dampak Strategis
Pengoperasian KRI Gajah Mada akan mengubah peta kekuatan maritim di kawasan ASEAN. Indonesia akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki kapal induk dengan fungsi militer penuh, meningkatkan kemampuan pertahanan dan posisi strategis di wilayah maritim. Kehadiran kapal induk ini juga akan memperkuat kedaulatan dan pengamanan wilayah laut Indonesia.
KRI Gajah Mada dijadwalkan tampil dalam parade peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 TNI pada awal Oktober 2026 sebagai simbol kekuatan dan kemajuan alutsista Indonesia.
Dengan serah terima resmi dan kesiapan infrastruktur yang matang, Indonesia siap menyambut era baru dalam pertahanan maritim dengan kapal induk pertama yang beroperasi secara penuh dan didukung oleh transfer teknologi dari Italia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










