FIA Gelar Sidang Tinjau Ulang Penalti Pierre Gasly di GP Monako 2026, Alpine Berjuang Kembalikan Podium

FIA Gelar Sidang Tinjau Ulang Penalti Pierre Gasly di GP Monako 2026, Alpine Berjuang Kembalikan Podium

Suara Pecari | FIA mengonfirmasi akan menggelar sidang virtual pada Kamis, 11 Juni 2026, untuk meninjau ulang penalti yang dijatuhkan kepada Pierre Gasly pada Grand Prix Monako 2026. Sidang ini merupakan respons atas permohonan Right of Review yang diajukan oleh tim Alpine setelah Gasly kehilangan podium akibat dua penalti lima detik karena pelanggaran batas kecepatan di pitlane.

Dalam balapan yang berlangsung di sirkuit jalan raya Monako, Gasly tampil impresif dengan start dari posisi kesembilan dan berhasil finis ketiga. Namun, dua penalti masing-masing lima detik karena kecepatan rata-rata di pitlane melebihi batas 60 km/jam mengubah hasil akhirnya. Catatan FIA menunjukkan Gasly melampaui batas sebesar 0,1 km/jam pada satu kesempatan dan 0,4 km/jam pada kesempatan lain. Akibatnya, Gasly turun ke posisi ketujuh, dan podium ketiga diberikan kepada Isack Hadjar.

Keputusan ini memicu protes keras dari Alpine. Gasly sendiri mengaku sangat terpukul. “Tidak ada yang lebih menyakitkan dari ini saat ini. Saya mati-matian sepuluh tahun mengerahkan segalanya dan bekerja tanpa henti untuk bisa mencapai momen seperti ini,” ujar Gasly, dikutip dari Motorsport.com. Ia menambahkan, “Saya benar-benar berharap hasil yang benar bisa ditegakkan. Kami akan memperjuangkannya bersama tim.”

Permohonan Right of Review yang diajukan Alpine didasarkan pada dugaan adanya bukti baru yang belum dipertimbangkan sebelumnya. FIA akan membagi sidang menjadi dua tahap. Tahap pertama akan fokus pada bukti baru yang diajukan Alpine. Tim harus menunjukkan adanya elemen penting yang sebelumnya tidak tersedia. Jika syarat itu terpenuhi, steward akan melanjutkan ke tahap kedua, yaitu meninjau kembali dasar pemberian penalti.

Kasus ini menyoroti keunikan sistem pengukuran kecepatan FIA. Sistem tersebut menghitung kecepatan rata-rata menggunakan transponder dan loop waktu di sepanjang pitlane, bukan kecepatan sesaat. Jalur pitlane yang melengkung di Monako membuat jarak tempuh antar titik pengukuran menjadi lebih pendek, sehingga beberapa pembalap terkena pelanggaran meskipun melaju sesuai batas. Insiden serupa juga dialami pembalap lain selama balapan.

Alpine harus membawa bukti yang kuat untuk meyakinkan steward. Dalam sejarah Formula 1, permohonan Right of Review jarang berhasil. Banyak tim gagal menghadirkan bukti yang dianggap baru dan relevan. Namun, Alpine optimistis dapat membalikkan keputusan. Hingga saat ini, bukti resmi dari Alpine belum diungkap ke publik.

Sidang FIA Gelar Sidang Tinjau Ulang Penalti Pierre Gasly di GP Monako 2026 LPP RRI ini menjadi sorotan dunia balap. Jika Alpine berhasil, Gasly akan kembali ke posisi podium ketiga, mengubah hasil akhir balapan. Namun, jika gagal, penalti akan tetap berlaku dan Gasly harus menerima kenyataan pahit kehilangan podium yang sudah di depan mata.

Kesimpulannya, nasib Pierre Gasly kini bergantung pada keputusan FIA dalam sidang tinjau ulang. Alpine berjuang keras untuk mengembalikan keadilan bagi pembalapnya. Sidang virtual Kamis depan akan menjadi momen krusial yang menentukan apakah Gasly akan mendapatkan kembali podium yang sempat direbut atau harus mengubur mimpinya di Monako 2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan