Permintaan Emas di Indonesia Melonjak 40 Persen, Prospek hingga Akhir Tahun Tetap Cerah

Permintaan Emas di Indonesia Melonjak 40 Persen, Prospek hingga Akhir Tahun Tetap Cerah

Suara Pecari – Permintaan emas di Indonesia pada kuartal kedua tahun 2026 mengalami lonjakan signifikan sebesar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total permintaan mencapai 15 ton. Tren ini menunjukkan bahwa emas masih menjadi aset strategis pilihan investor, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan nilai rupiah.

Data dari World Gold Council (WGC) mencatat bahwa permintaan emas batangan dan koin di Indonesia terus meningkat meskipun harga emas sempat melandai. Kepala Asia-Pasifik dan Kepala Bank Sentral Global WGC, Shaokai Fan, menyatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu pasar dengan kinerja investasi emas terkuat secara global pada kuartal kedua 2026. Hal ini mencerminkan pergeseran perilaku investor yang melihat emas sebagai lindung nilai jangka panjang di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Permintaan Emas Global yang Tetap Kuat

Laporan WGC juga menunjukkan bahwa permintaan emas global tetap stabil dengan total volume mencapai 2.522 ton pada paruh pertama tahun 2026, naik 2 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai transaksi emas global bahkan mencatat rekor tertinggi sebesar US$380 miliar, didorong oleh reli harga logam mulia yang terus menguat.

Meskipun ada tekanan jual di pasar emas yang dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik dan kenaikan suku bunga AS, permintaan investasi emas tetap menjadi penggerak utama pasar. Asia, khususnya, menjadi pembeli terbesar yang membantu mengimbangi penurunan konsumsi perhiasan dan arus keluar dana dari Exchange-Traded Fund (ETF).

Faktor Pendukung Permintaan Emas di Indonesia

  • Pelemahan Rupiah: Kondisi ini membuat emas menjadi pilihan investasi yang lebih menarik sebagai lindung nilai terhadap risiko nilai tukar.
  • Ketidakpastian Ekonomi Global: Investor mencari aset aman di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik yang tidak stabil.
  • Pengakuan sebagai Aset Strategis: Peluncuran Bullion Ecosystem Development Roadmap Indonesia menandai pengakuan resmi terhadap peran emas dalam sistem keuangan nasional.

Perkembangan Pasar Emas Kuartal II 2026

Permintaan emas batangan dan koin di pasar Indonesia meningkat tajam, sementara pembelian oleh bank sentral global juga tetap tinggi dengan penambahan cadangan emas sebesar 289 ton pada kuartal kedua 2026. Walaupun investasi melalui ETF emas mengalami perlambatan dan arus keluar pada kuartal kedua, secara keseluruhan permintaan investasi emas tetap konstruktif dan diprediksi akan bertahan hingga akhir tahun.

Harga emas pada kuartal kedua 2026 mengalami penurunan sekitar 8 persen dibanding kuartal pertama, namun harga rata-rata masih tumbuh 37 persen dibandingkan tahun lalu, menegaskan kekuatan jangka panjang emas sebagai aset investasi.

Mengingat kondisi makroekonomi dan geopolitik saat ini, emas diperkirakan akan terus menjadi pilihan utama investor di Indonesia dan Asia secara umum hingga akhir tahun 2026.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *