Musim Hebat, Pelatih Pergi: Di Balik Hengkangnya Fabio Lefundes dari Borneo FC

Musim Hebat, Pelatih Pergi: Di Balik Hengkangnya Fabio Lefundes dari Borneo FC

Suara Pecari | Borneo FC baru saja menjalani musim hebat, mengapa Fabio Lefundes pergi? Pertanyaan itu menggema di kalangan pecinta Pesut Etam setelah klub mengumumkan perpisahan dengan pelatih asal Brasil tersebut. Padahal, di bawah kendalinya, Borneo FC tampil sebagai tim paling produktif dan nyaris meraih gelar juara Liga 1 musim 2025/2026. Namun, manajemen memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak Lefundes, dan kini bursa pelatih pun bergulir.

Borneo FC baru saja menjalani musim hebat, mengapa Fabio Lefundes pergi? Jawabannya mungkin terletak pada visi jangka panjang klub. Meski sukses secara performa, manajemen menilai perlu ada penyegaran untuk menghadapi tantangan musim depan, termasuk ASEAN Club Championship Shopee Cup. Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memantau lima hingga tujuh kandidat pelatih, baik lokal maupun asing. “Masih kami pantau beberapa nama yang ditawarkan. Ada sekitar lima sampai tujuh nama, bahkan bisa bertambah,” ujarnya.

Kepergian Lefundes bukan satu-satunya perubahan besar. Borneo FC juga melepas sembilan pemain, termasuk dua kiper: Syahrul Trisna dan Daffa Fasya. Tujuh pemain lain yang angkat koper adalah Mohammad Anez, Mohammad Khanafi, Ahmad Agung, Ardi Idrus, Alfharezzi Buffon, Christophe Nduwarugira, dan Ikhsan Zikrak. Langkah ini menandai perombakan besar-besaran skuad untuk musim depan.

Bintang paling bersinar, Mariano Peralta, juga dikabarkan akan bergabung dengan Persija Jakarta. Pelatih anyar Persija, Shin Tae-yong, mengonfirmasi hal tersebut. “Untuk Peralta memang sudah dikontrak seperti yang saya dengar dan itu membuat saya senang. Jadi saya ingin menyambut Peralta dengan sangat senang hati,” kata Shin Tae-yong saat diperkenalkan sebagai pelatih Persija.

Borneo FC baru saja menjalani musim hebat, mengapa Fabio Lefundes pergi? Jawaban lain mungkin karena faktor strategi. Lefundes berhasil membawa tim finis di posisi kedua dengan 76 poin dari 34 pertandingan, serta menjadi tim paling produktif. Namun, kegagalan merebut gelar juara mungkin menjadi pertimbangan. Manajemen Borneo FC dikenal ambisius dan ingin segera meraih trofi.

Proses pencarian pelatih baru masih berlangsung. Dandri Dauri menegaskan bahwa komposisi kandidat terdiri dari pelatih lokal dan asing, namun ia belum bisa merinci jumlah masing-masing. Targetnya, pelatih anyar sudah ditunjuk sebelum persiapan musim depan dimulai. “Belum ada yang pasti. Kami masih memantau beberapa nama yang ada dan menyesuaikan dengan agenda tim ke depan,” katanya.

Borneo FC baru saja menjalani musim hebat, mengapa Fabio Lefundes pergi? Pertanyaan ini mungkin akan terjawab seiring waktu. Yang jelas, manajemen sudah bergerak cepat untuk membangun tim yang lebih kuat. Dukungan penuh dari suporter Pesut Etam pun diharapkan terus mengalir, apa pun keputusan yang diambil.

Kesimpulannya, kepergian Fabio Lefundes dari Borneo FC bukan semata-mata karena hasil buruk, melainkan bagian dari strategi jangka panjang klub. Dengan perombakan besar-besaran, Borneo FC optimistis dapat bersaing di level yang lebih tinggi musim depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan